Ketik disini

Metropolis

Tempat Hiburan Wajib Tutup!

Bagikan

* Wali Kota Keluarkan Surat Edaran

MATARAM — Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh memberikan peringatan keras kepada semua pemilik rumah makan dan tempat hiburan agar tutup selama Ramadan 1436 Hijriah. Mereka diminta tidak coba-coba melanggar ketentuan ini.

Ahyar bahkan mengeluarkan surat edaran berisi larangan keras memperjualbelikan dan membunyikan petasan dan sejenisnya.

”Kepada pengelola rumah makan siap saji, restoran, cafe, rumah makan, warung, lesehan dan sejenisnya harus tutup sementara waktu,” tegasnya.

Terutama pada pagi dan siang hari, termasuk di dalam lingkungan Mataram Mal. Pembeli dapat dilayani menjelang berbuka puasa hingga waktu imsyak tiba, pukul 16.30 – 04.00 Wita.

”Bila tempat tersebut berada di dalam lingkungan perkampungan/perumahan non muslim, mohon menutup sebagian tempat usahanya,” jelas Ahyar.

Jika berada di jalan protokol maka harus menutup tempat usahanya secara utuh. Khusus untuk pemilik hotel, losmen, restoran, karaoke, cafe dan tempat hiburan Iainnya yang mengadakan hiburan seperti pertunjukan Live Music dan sejenisnya diminta tidak melaksanakan kegiatannya selama bulan Ramadan.

Selain itu, juga diharapkan kepada seluruh umat Islam dalam memanfaatkan pengeras suara agar tetap mempertimbangkan waktu, situasi serta kondisi masyarakat dengan tidak berlebihan.

Kepada para camat dan lurah dalam melaksanakan pengawasan maupun penertiban di Iapangan, harus tetap berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Jajaran Kepolisian serta aparat keamanan setempat.

”Bila terjadi gangguan terkait pelaksanaan tersebut di atas, masyarakat dapat menghubungi aparat setempat,” imbuhnya.

Sementara Camat Ampenan, Ki Agus M Idrus mengaku sudah mulai melakukan penertiban di berbagai tempat. “Kami sudah mulai melakukan pertemuan dengan beberapa kepala lingkungan,” ujarnya.

Menurut Ki Agus, tempat hiburan di Ampenan tidak terlalu ramai. Misalnya tempat hiburan depan kuburan China. Tempat tersebut sudah mulai sepi menginjak pukul 22.00 wita. “Masih kalah dengan Senggigi,” imbuhnya.

Penertiban lebih intensif dilakukan terkait peredaran minuman keras dan petasan. Peredaran kedua benda tersebut tentu membawa dampak buruk saat bulan Ramadan. Khususnya petasan. Suara yang ditimbulkan dapat mengganggu orang beribadah. “Jangankan yang beribadah, orang sedang istirahat pun ikut terganggu,” jelas Ki Agus.

Untuk penertiban petasan, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat. Mereka akan menindak distributor, penjual, maupun pengguna. “Bahkan di beberapa lingkungan telah membuat ancang-ancang khusus menangani masalah tersebut,” tuturnya.

Terkait penertiban rumah makan, Ki Agus mengatakan, penduduk Ampenan mayoritas muslim fanatik. Mereka sangat menghargai satu sama lain. Selain itu, tidak banyak rumah makan di Ampenan. “Saya rasa tidak perlu kawatir ada rumah makan dimanfaatkan selama puasa,” lanjutnya.

Meski begitu, camat Ampenan tersebut akan tetap mengadakan penertiban. Rumah makan yang tertangkap tangan melanggar akan diberikan sanksi sesuai surat edaran Wali Kota Mataram. “Sanksinya akan kita tegur secara bijaksana. Bulan puasa kan tidak boleh marah-marah,” tukasnya.(cr-fer/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *