Ketik disini

Pendidikan

A’zam Wakili Lobar

Bagikan

* Dalam IMSO Tingkat Provinsi

GIRI MENANG – Lalu Mujahidul A’zam ditunjuk mewakili Lombok Barat (Lobar) dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) tingkat provinsi tahun ini. Murid yang masih duduk dibangku kelas IV SDN 2 Lingsar merupakan satu-satunya yang lolos ke tingkat provinsi. Sehingga ia diharapkan melaju ke tingkat nasional. ‘’Kalau melihat potensi A’zam, kami optimis bisa melenggang ke tingkat nasional,’’ kata Guru Pembina Dayu Sumawati pada Lombok Post.

A’zam dikenal sebagai murid memiliki kemampuan lebih dibidang Matematika. Murid ini aktif bertanya jika tak menemukan masalah dalam proses pembelajaran. Sehingga guru di sekolah tak meragukan kemampuan dimilikinya.

Prestasi ditorehkan A’zam bukan langsung melaju ketingkat provinsi. Melainkan, murid ini menjadi juara ditingkat kecamatan dan kabupaten terlebih dahulu. Belum lama ini, anak pasangan HL Maksudi Baiq Syariah ini meraih juara lomba pertama lomba akademik di tingkat Kecamatan Lingsar.

Diakui Dayu, muridnya ini memang cerdas. Menjadi perwakilan Lobar pada IMSO tak lepas dari pembinaan di sekolah. Sebagai guru pembinanya, ia memberikan meteri kepada A’zam sesuai kebutuhan.

Kata dia, saat duduk di bangku kelas satu, nilai mata rapor mata pelajaran Matematikanya cukup tinggi. ‘’Kelebihanan dimiliki murid ini sudah diketahui semua guru di sekolah,’’ terangnya’’. Bahkan lanjutnya, murid ini kerap mencari rumus sendiri jika diberikan soal.

Dikatakan, potensi A’zam ini sudah terlihat dalam bidang sains. Sehingga nantinya ia meminta diberikan pembinaan khusus kepada A’zam jika melaju ke tingkat nasional. Saat ini, pihak sekolah masih menunggu hasil juara IMSO tingkat provinsi. Ia berharap muridnya ini menjadi juara di tingkat provinsi dan melaju ke nasional. ‘’Kami berharap A’zam bisa melenggang ketingkat nasional,’’ terangnya.

Di tempat yang sama Lalu Mujahidul A’zam mengatakan, juara diraihnya di tingkat kabupaten dan kecamatan pada lomba sains tak lepas dari pembinaan guru di sekolah. Disamping itu, orangtuanya yang berprofesi sebagai guru juga kerap memberikan pembinaan di rumah. Terutama saat menjelang lomba. ‘’Mamiq juga nengajarkan saya Matematika di rumah,’’ kata A’zam. (jay/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *