Ketik disini

Headline Kriminal

Bukannya Tobat, Malah Mesum

Bagikan

* Razia Jelang Ramadan Amankan 26 Pasangan Mesum

MATARAM a�� Hanya selang sehari sebelum memasuki bulan suci Ramadan, praktik asusila bukannya berkurang. Razia gabungan yang dilakukan kemarin, berhasil menjaring 26 pasangan mesum sedang bermesraan di dalam kamar hotel melati.

a�?Hasil razia kita justru meningkat. Ada 26 pasangan yang kita angkut hari ini (kemarin),a�? kata Kepala satuan Sabhara Polres Mataram AKP Taufik.

Razia dilakukan aparat kepolisian bersama anggota Satpol PP sekitar pukul 14.00 Wita hingga 16.00 Wita. Personel yang berjumlah 65 orang dipecah menjadi dua tim untuk menyusuri satu per satu hotel melati di wilayah Suranadi dan Lingsar.

a�?Memang kita lakukan siang bolong karena ada informasi, praktik asusila ini tidak hanya marak di malam hari, siang hari juga justru ramai,a�? jelas Taufik.

Laporan itu ternyata tak meleset. Hampir di semua hotel kelas melati, terdapat pasangan bukan muhrim yang menginap sekamar. Pasangan yang terjaring pun tak bisa mengelak atas perbuatannya. Sambil menutupi wajah, mereka pasrah digiring ke mobil petugas.

Namun, di beberapa penginapan, ada juga yang hasilnya nihil. Diduga, ini lantaran informasi sudah keburu bocor. Pasalnya, di sekitar penginapan masih didapati kendaraan para tamu tetapi orangnya sudah tidak ada di kamar.

Dalam kamar yang sudah dikosongkan tersebut, hanya terpantau ranjang yang sudah acak-acakan. Bahkan, ada pula yang kabur dengan meninggalkan HP dan alat pengamannya di atas ranjang. Barang-barnag itu kemudian disita petugas.

Sementara, sebanyak 26 pasangan yang berhasil terjaring dikumpulkan di ruang Sangkareang, Kantor Gubernur NTB. Satu per satu mereka didata dan diminta menunjukkan identitas diri berupa KTP atau SIM.

Hasil pendataan, sebagian besar pasangan tersebut masih berusia remaja. Ada pula yang masih duduk di bangku kuliah. a�?90 persen kita lihat ini pasangan muda-mudi, a�? jelas Taufik.

Berbagai alasan mereka utarakan sebagai tameng atas perbuatan mesumnya. Ada yang mengaku sudah menikah di bawah tangan, sebagian mengaku hanya mengobrol di dalam kamar. a�?Kita sudah menikah tetapi memang belum sah di mata hukum,a�? kata RF, remaja berkerudung.

Sebagian pasangan juga tak mengelak dan mengakui kekhilafan mereka. Ada yang mengaku sudah berumah tangga tetapi janji akan bertanggungjawab terhadap pasangannya karena hendak menikah lagi. a�?Kita memang pacaran dan akan menikah,a�? kata DT, pria yang umurnya sudah di atas 50 tahun.

Razia gabungan sendiri memang diintensifkan untuk menekan praktik asusila, terutama saat bulan suci Ramadan. Razia ini tak terlepas dari laporan masyarakat yang mengaku resah dan terganggu. a�?Yang jelas razia seperti ini akan terus kita intensifkan,a�? tegas Kasat Pol PP NTB Ibnu Salim.

Di satu sisi, seiring semakin giatnya razia hotel esek-esek yang dilakukan aparat gabungan, rupanya ada pihak-pihak tertentu yang tidak suka. Kekesalan itu diluapkan dalam sebuah surat kaleng yang disebarkan di sejumlah tempat. a�?Ada kita temukan surat berisi kecaman atas razia hotel esek-esek,a�? kata Kepala Satuan Sabhara Polres Mataram, AKP Taufik.

Surat itu didapati beberapa hari terakhir. Isi surat penuh dengan kata-kata kotor dan hujatan yang ditujukan kepada Satpol PP NTB, Kepolisian, hingga Media Massa. Penulisnya tidak setuju razia penyakit masyarkat yang menyasar hotel esek-esek. a�?Salah satu isi surat itu berbunyi kecaman karena razia hanya dilakukan di hotel melati,a�? jelas Taufik.

Menyikapi ini, kepolisian sendiri tak terlalu mempermasalahkan. Menurutnya, hal yang wajar jika ada oknum tertentu yang merasa terganggu razia selama ini. Meski demikian, ini tak akan mengendorkan semangat aparat untuk tetap menyisir tempat mesum. (uki/cr-mas/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys