Ketik disini

Giri Menang

Harga Melambung, Pasar Tetap Ramai

Bagikan

*Sehari Jelang Ramadan

GIRI MENANG – Sehari menjelang puasa Ramadan, masyarakat benar-benar tumpah di pasar. Pasar Kediri dansalah satu pasar terbesar di Lombok Barat kemarin, dibanjiri warga. Masyarakat tetap memborong sejumlah kebutuhan pokok, kendati harga rata-rata melambung.

a�?Saya belanja semua jenis kebutuhan pokok untuk persediaan pada bulan puasa,a�? ungkap Isah salah satu pembeli dari Desa Gelogor di Pasar Kediri pada Lombok Post, kemarin.

Rata-rata para pembeli yang datang ke pasar, memang memiliki alasan yang sama dengan Isah. Mereka berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan berpuasa. Mereka mengaku belanja semua jenis kebutuhan pokok supaya pada bulan puasa tidak repot dan kelelahan berbelanja dalam keadaan berpuasa.

Yang unik, kendati harga kebutuhan pokok rata-rata naik, minat belanja rupanya tak turun. Kemarin, harga tepung terigu yang semula Rp 7.000 per kilogram, sudah merangkak naik menjadi Rp 7.500. Gula pasir yang awalnya Rp 10.500 per kilogram, sudah menjadi Rp12.000.

Minyak goreng curah yang awalnya Rp 10.000 per liter, naik hingga Rp 11.500. Pengecualian terjadi pada bawang mereka, yang turun dari semula Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp 20.000. Tapi, bawang putih naik dari Rp 15.000 per kilogram menjadi Rp 17.000.

Daging ayam yang awalnya seharga Rp 30.000 naik menjadi Rp 35.000 per kilogram. Sementara daging sapi yang awalnya seharga Rp 100.000 naik menjadi Rp 110.000 perkilogram. a�?Rata rata untuk sembako harganya naik semua,” ungkap Habibahsalah seorang pedagang.

Sedangkan untuk harga kacang-kacangan mengalami kenaikan rata rata sebesar Rp 1.000 rupiah per kilogram. Sebaliknya untuk harga sayuran mengalami penurunan.

Sejumlah pembeli yang ditemui Lombok Post mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok yang terhitung sangat signifikan ini. Akan tetapi, mereka mengaku tak punya pilihan lain. Terlebih, sudah menjadi hal rutin, ketika mereka harus mempersiapkan dirimenghadapi Ramadan.

“Mau apalagi, ini merupakan kebutuhan kita mau nggak mau ya harus di beli aja,” tandas Indri salah seorang pembeli dari Desa Kediri. Karena saking sudah terlalu sering, mereka akhirnya mengangap hal biasa. Apalagi pada saat menjelang lebaran. (cr-rid)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys