Ketik disini

Kriminal

Hari Ini, Bahrul Dieksekusi

Bagikan

MATARAM – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram belum bisa mengeksekusi tersangka kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penjualan aset daerah, Bahrul Fahmi. Sebab, amar putusan masih belum diterima pihaknya dari Mahkamah Agung (MA).

Hal itu diungkapkan Kepala Kejari Mataram, Rodiyansah pada wartawan, kemarin (Rabu, 17/6). Menurutnya, pihak Kejari baru menerima pemberitahuan putusan dan salinan putusan dari perkara Bahrul Fahmi. Isi pemberitahuan itu berisi, perkara Bahrul sudah putus.

Namun secara resmi, pihak Kejari masih belum menerima amar putusannya. “Amar putusan itu diserahkan dulu ke Pengadilan Negeri (PN) Mataram, baru ke kita,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak PN Mataram menyampaikan telah menyerahkan amar putusan tersebut ke Kejari. ”Belum, kita belum terima,” katanya.

Dijelaskan Rodiyansah, amar putusan itu bisa diterima Kejari, sekitar seminggu sampai dua minggu lagi. Ia juga tidak bisa memberitahu secara pasti kapan amar putusan itu sampai ke tangan Kejari. “Pihak PN yang paling tahu,” kilahnya.

Pihak Kejari juga dalam waktu dekat akan melayangkan panggilan atau eksekusi pertama pada yang bersangkutan hari ini. “Secara patut, dia sudah bisa dieksekusi besok (hari ini, Red),” tegasnya.

dalam kasasinya, Bahrul yang merupakan Anggota DPRD Lombok Barat dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) dalam kasus korupsi penjualan aset Pemda Lobar berupa tanah pecatu di Dusun Ireng Daya, Desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari, Tahun 2012.

Dalam putusan kasasi inkrah MA, politisi PPP ini bakal menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram dengan hukum kurungan penjara selama empat tahun. Selain itu, dia dibebankan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsidair empat bulan.(deq/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *