Ketik disini

Headline Pendidikan

Kutjip: Double Shift Harus Diharamkan

Bagikan

* Dikpora Mataram Diapresiasi

MATARAM – Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dikembalikan ke sekolah disambut baik Dewan Pendidikan NTB. Sebab, satuan pendidikan yang lebih tahu jumlah siswa baru yang akan diterima. a�?a��Ini gebrakan baru bagi Dinas Dikpora Kota Mataram yang berani mengambil langkah maju,a��a�� kata Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi NTB H Kutjip Anwar pada Lombok Post.

Mantan Kepala SMAN 1 Mataram ini mengatakan, Dikpora Kota Mataram mengawasi dan mengontrol pelaksanaan PPDB. Sehingga tidak ada sekolah yang berani melanggar aturan atau menerima siswa dengan kuota ditentukan. a�?a��Ini harus dikontrol dinas,a��a�� terangnya.

Dijelaskan, kebijakan PPDB diserahkan ke sekolah dibarengi dengan sanksi. Jika ada sekolah terbukti melanggar atau melakukan pungli pada PPDB maka diberikan sanksi. a�?a��Paling tidak kepala sekolah dipindah ke sekolah kecil. Kalau seperti ini mereka akan jera,a��a�� tegasnya. Sebaliknya, jika tidak ada sanksi bagi sekolah yang melanggar maka lebih baik tidak ada aturan tersebut.

Kutjip menilai ada keberanian kepala dinas sekarang dibanding sebelumnya. Apalagi PPDB tahun ini mempercayakan sekolah dalam pelaksanaannya. a�?a��Kalu dulu kan diserahkan ke dinas. Sekolah tinggal menerima saja,a��a�� sindirnya.

Kata dia, sebelum PPDB berlangsung kepala sekolah dikumpulkan. Mereka diberikan pembinaan terkait PPDB. Jika melanggar maka harus ada sanksi.

Selama ini, kata Kutjip, PPDB terutama sistem bina lingkungan (BL) ini tak jelas. Selain itu, tak proporsional. Sistem BL ini selalu membengkak dari kuota. Hal ini membuat celah bagi oknum tertentu.

Dia berharap, sistem BL ini jangan digembar-gemborkan dan dibawa ke permukaan. Karena bisa memancing oknum bermain dalam sistem BL. a�?a��BL ini hanya sekolah saja yang tahu. Siswa diterima juga harus proporsional,a��a�� ujarnya.

Kutjip juga kecewa dengan kepala sekolah yang bangga dengan menerima siswa sebanyak-banyaknya. Sehingga menerapkan double shift dalam proses pembelajaran. Kota Mataram sebagai baromter dunia pendidikan sudah tak zaman lagi menerapkan pembelajaran double shift. a�?a��Double shift harus diharamkan. Ini malah kasek bangga,a��a�� terangnya.

Kata dia, sekolah menerapkan double shift di cut. Karena akan berlanjut tahun mendatang. Jika ada sekolah menerapkan double shift tahun ini, maka yang diterima sesuai dengan jumlah ruang yang ada agar tak menerapkan hal tersebut. Namun ini tidak, mereka malah menampung siswa sebanyak-banyaknya. a�?a��Yang dinomorsatukan itu proses, output dijaga,a��a�� katanya.

Ditambahkan, masyarakat akan mengerti jika ada komunikasi yang baik dalam PPDB ini. Sebab banyak sekolah di Kota Mataram.(jay/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *