Ketik disini

Metropolis

NTB Ingin Jadi Percontohan

Bagikan

*Terkait Pelaksanaan Program PUP

MATARAM – NTB berharap bisa jadi percontohan pelaksanaan program pendewasaan usia perkawinan (PUP) di tingkat nasional. Sejauh ini, diklaim, sudah banyak program yang dilakukan demi kesuksesan program tersebut.

“Kalau perlu, kita jadi percontohan bagi daerah lain. Program ini harus sukses di NTB,” kata Ketua Tim Penggerak PKK NTB Hj Erica Zainul Majdi di Pendopo Gubernur ketika menerima audiensi dengan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan keluarga Berencana (BP3AKB) NTB.

Audiensi yang merupakan ajang silaturrahim antara BP3AKB NTB dengan PKK ini juga dihadiri perwakilan Deutsche Gesellschaft Fur International Zusammenarbeit (GIZ), Dinas Kesehatan serta LSM. Pertemuan tersebut memang khusus untuk membahas kampanye lanjutan program PUP.

Dikatakan, PUP merupakan salah satu isu prioritas di NTB yang juga telah tercantum sebagai salah satu target dalam pencapaian RPJMD tahun 2013-2018.

Tak heran, beberapa program telah dilaksanakan guna mendukung PUP. Diantaranya, seminar sehari tentang pendewasaan usia perkawinan serta koordinasi dengan KUA terkait kelas pranikah.

“Dalam kelas pra nikah itu, calon pengantin yang telah mendaftarkan diri terlebih dahulu diberikan bekal mengenai kehidupan pernikahan, kesehatan reproduksi serta kesehatan kehamilan,” ungkapnya.

First Lady NTB juga menyampaikan perlunya forum komunikasi antara LSM dengan pemerintah terkait masalah-masalah yang ada di masyarakat. “Apabila ada forum yang dapat menjadi wadah antara pemerintah dengan LSM, insya Allah permasalahan yang ada di masyarakat akan cepat terselesaikan,” tegasnya.

Kepala BP3AKB T Wismaningsih Drajadiah mengatakan, saat ini BP3AKB telah mengubah metode dari penyuluhan biasa menjadi metode mengajak untuk ikut serta melalui kelompok remaja, kelompok masyarakat, dan kelompok ibu-ibu. Bersamaan dengan itu, BP3AKB telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi, LSM, kelompok dialog warga dan tokoh masyarakat. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *