Ketik disini

Feature

Orang NTB Berpuasa di Australia (1)

Bagikan

Suasana Ramadan di Indonesia memang terasa berbeda dengan negara lainnya. Seorang antropolog dari Swedia Andre Moller dalam bukunya a�?Ramadan di Jawaa�? menulis tentang semarak Ramadan di Jawa dan Indonesia pada umumnya. Berbagai tradisi Ramadan di Indonesia tidak ada di negara lain, bahkan di negara Timur Tengah sekalipun. Lalu bagaimana dengan suasana Ramadan di negara yang minoritas muslim ? Salah seorang warga NTB, Atun Wardatun menuliskan pengalamannya menyiapkan diri menyambut Ramadan. Atun adalah dosen IAIN Mataram yang saat ini menempuh studi doktor di University of Western Sydney, Australia.

*********

SYDNEYA�bukan saja terkenal dengan opera house dan Bondi beachnya. Tetapi juga menjadi kota, bersama dengan Melbourne,yang memiliki jumlah Muslim terbanyak dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Australia. Muslim di Sydney sangat beragam secara ras dan etnis baik yang berasal dari negara-negara Arab, seperti Lebanon maupun non Arab, seperti Indonesia. Keragaman yang menambah cita rasa multukulturalisme di kota ini.

Walaupun jumlah Muslim di Australia hanya sekitar 1,7 persen dan menempati urutan keempat setelah penganut Kristen, tanpa agama, dan Buddha, semarak Ramadan sangat terasa. Gegap-gempita menyambut Ramadan terutama terasa di beberapa suburb kantong umat muslim seperti sekitaran Lakemba, di mana muslim Lebanon banyak berdomisili. Auburn, di mana Muslim Turki bertempat. Muslim Lebanon dan Turki adalah pemasok terbanyak jumlah muslim di Australia.

Saya sendiri tinggal di wilayah Punchbowl yang letaknya diapit oleh Bankstown dan Lakemba.Ketika saya pertama kali menginjakkan kaki empat tahun silam, hampir tidak bisa saya bedakan apakah saya sedang berada di Australia atau di Timur Tengah. Saya menemukan banyak muslim berjilbab dan mendengar percakapan penduduknya menggunakan bahasa Arab serta menikmati irama musik padang pasir dari beberapa toko yang saya singgahi. Di suburb-suburb ini, umat muslim tidak kesulitan mencari masjid tempat dilangsungkannya salat berjamaah maupun restoran dan toko yang menjual makanan/bahan masakan halal.Umat muslim Indonesia banyak berkonsentrasi di wilayah ini.

Ramadan kali ini adalah Ramadan kedua bagi saya dengan keluarga di Sydney.Dua tahun menyambut Ramadan di Sydney ini memberikan kesan bagi saya akan semarak dan syahdunya Ramadan di negara non Muslim ini tidak kalah dibandingkan dengan di tanah air. Memang tidak terdengar suara pengumuman dan ucapan-ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dari radio yang disampaikan para pembesar partai politik atau pejabat yang sedang mencari dukungan yang disiarkan lewat masjid.Media masa setempat menjelang bulan suci ini juga tidak terlalu mengekspose kemeriahannya.Tidak pula awal Ramadan diantar dengan berdebat tanpa ujung mengenai tetap buka atau harus ditutupnya toko dan warung makanan. Walaupun tanpa itu semua, komunitas muslim Sydney menyambut Ramadan dengan berbagai kegiatan yang meriah dan digandrungi oleh semua kalangan dari balita, anak-anak, remaja, paruh-baya sampai yang manula. Kegiatan-kegiataan kemasyarakatan dihelat dengan kreatif dan menyenangkan yang tujuan utamanya mengusung ghirah keberagamaan dan memfasilitasi pelaksanaan ibadah Ramadan sebaik mungkin. Kegiatan-kegiatan tersebut juga diadakan sembari mengumpulkan dana bagi komunitas-komunitas muslim Indonesia yang terbagi dalam beberapa organisasi dengan mengadakan bazar makanan maupun pakaian.

Dua minggu menjelang Ramadan, aura dan hawa bulan suci sudah sangat wangi tercium dan dirasakan. Salah satu komunitas dakwah dan syiar muslim Indonesia, Iqraa�� Sydney, bahkan telah memulainya sebulan sebelumnya. Salah satu acara kreatif yang mereka launching menjelang bulan Ramadan kali ini adalah a�?high teaa�? yang didesain untuk ibu-ibu.

Acara minum teh dengan ditemani beberapa snack serta diimbuhi dengan demo masak serta kuis dan bagi-bagi hadiah ini diadakan di halaman Musala Iqraa�� yang beralamt di 34 McCourt street, Wiley Park, 2195.Penyediaan snack ringan dan kue kering tersebut sekaligus untuk mengalkan jajanan dan beberapa masakan khas bulan puasa untuk bisa dipesan oleh ibu-ibu atau diikuti resepnya. Dalam acara ini, ibu-ibu juga diimbau ikut menyukseskan program dana usaha organisasi ini dengan membeli hasil masakan mereka karena sebagian dari keuntungan akan dialihkan menjadi sedekah pada mereka yang membutuhkan. Tidak hanya terbatas pada makanan tetapi juga berbagai pernak-pernik Ramadan, misalnya pakaian untuk menghadiri pengajian maupun hari raya, kaligrafi hiasan dinding dan doa yang didesign khusus untuk kamar anak-anak.Konsep ini mereka namakan a�?shopping with shodaqah.a�? Kegiatan ini sangat meriah dan disambut baik oleh ibu-ibu karena selama bulan Ramadan ibu-ibu mengerti di mana memperoleh kebutuhan Ramadan mereka sekaligus merasa lebih berkah karena bisa menyumbang sambil berbelanja.

Dua minggu menjelang Ramadan pun pada pusat-pusat kegiatan dakwah telah dilakukan kegiatan pengajian dan tarhib Ramadan (Marhaban Ya Ramadhan).Tidak jauh dari Iqraa�� Sydney, beberapa pengajian juga dilakukan di National Sport Centre Perry Park yang juga di adakan oleh komunitas Indonesia.Di suburb lain yang agak berjarak dengan beberapa pusat itu yaitu di Tempe juga ada Masjid Al Hijrah milik komunitas Indonesia yang memiliki berbagai program menarik pula dalam rangka menyambut Ramadan.(Atun Wardatun/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys