Ketik disini

NASIONAL

Presiden Jokowi Tarawih Perdana di Istiqlal

Bagikan

* Toleransi Tarawih di Masjid Raya At Taqwa Mataram

JAKARTA – Ibadah salah tarawih Ramadan 1436 H/2015 M berlangsung tadi malam. Di Jakarta ibadah selepas salat Isya ini dipusatkan di Masjid Istiqlal. Presiden Joko Widodo ikut salat tarawih perdana di masjid terbesar se Asia Tenggara itu.

Secara umum pelaksanaan salah tarawih hari pertama di Masjid Istiqlal berlangsung tertib. Penjagaan kedatangan Presiden Jokowi tidak sampai mengganggu jamaah secara umum.

Ketua Panitia Amaliyah Ramadan Masjid Istiqlal Buya Adnan Harahap mengatakan, seluruh umat muslim di Indonesia diminta untuk mengisi Ramadan dengan beribadah di masjid.

“Khusus warga Jakarta dan sekitarnya, juga dari daerah-daerah lain, mari mengisi waktu Ramadan di Istiqlal,” katanya kemarin (Rabu/17/6).

Buya Adnan menuturkan mereka memiliki 17 program khusus selama Ramadan. Program utama tentunya salat tarawih. Kemudian program buka bersama. Selain itu di akhir bulan puasa nanti, juga ada kegiatan malam Ia��tiqaf untuk mencari malam lailatuq qodar.

Khusus untuk kegiatan buka bersama, panitia setiap hari menyiapkan takjil dan nasi box. Pengalaman tahun lalu, setiap hari panitia menyiapkan 3.000 paket buka puasa bersama. Kegiatan buka bersama ini selalu ramai, karena banyak warga yang menyempatkan berbuka di Istiqlal sepulang kerja.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyerukan selama bulan puasa masyarakat harus menjungjung tinggi rasa saling menghormati dan menghargai.

“Sebaiknya sudah stop memperbincangkan isu restoran boleh buka atau harus tutup selama bulan puasa,” katanya. Din menuturkan masyarakat harus menghormat umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Machasin menuturkan kegiatan ibadah selama bulan puasa dilakukan sewajarnya. Tidak boleh mengganggu orang lain yang tidak berpuasa.

“Misalkan membangunkan orang sahur, sewajarnya saja. Supaya yang tidak berpuasa tidak terganggu,” katanya.

Sementara itu, pantauan Lombok Post di Masjid Raya At Taqwa Mataram, jamaah tarawih ramai memenuhi masjid. Menjadi tradisi di masjid ini, pelaksanaan salat tarawih digelar dua sesi. Sesi pertama untuk jamaah yang menjalankan tarawih 8 rakaat, kemudian dilanjutkan sesi kedua jamaah yang tarawih 20 rakaat.

a�?Inilah toleransi dalam bermazhab.Sudah berlangsung sekitar 8 tahun di Masjid Raya,a�? kata H Masruri, imam salat tarawih ditemui di Masjid Raya At Taqwa Mataram, tadi malam.

Menurut Imam Masjid Raya At Taqwa ini, dalam pelaksanaan salat tarawih di Masjid Raya, ketika telah dilaksanakan 8 rakaat tarawih, maka dipersilakan kepada para jamaah untuk mundur dan melaksanakan salat witir 3 rakaat di belakang. Kemudian yang ingin melanjutkan tarawih hingga 20 rakaat, akan tetap salat di depan.

a�?Intinya sama a�� sama salat, kita saling menghormati. Semuanya sama baik karena pernah diamalkan oleh Rasulullah SAW,a�? kata Masruri.

Selain itu, lanjut Masruri, dalam pelaksanaan shalat tarawih di Masjid Raya At Taqwa, setiap harinya akan membaca satu juz, sehingga ketika habis bulan Ramadan akan khatam 30 juz.

a�?Khatam Alquran selama salat tarawih sudah berlangsung 8 tahun,a�? ujarnya.

Oleh karena itu, agar pembacaan ayat-ayat Alquran sebanyak satu juz tiap harinya tetap prima dan terjaga kualitas bacaannya, maka menggunakan 2 imam dalam satu kali tarawih. Imam yang pertama akan membaca setengah juz hingga rakaat ke 10, dan dilanjutkan oleh imam kedua untuk rakaat ke 11 hingga 20.

a�?Bacaan surah kita mulai dari surah Al Baqarah hingga 1 juz. Dengan saya membaca setengah juz, dan H Abdus Syakur melanjutkan sebagai imam kedua,a�? kata Masruri.

Senada dengan H Masruri, H Akhmad Sukri yang memimpin pelaksanaan salat witir untuk jamaah yang melaksanakan 8 rakaat tarawih mengatakan, pengerjaan salat tarawih dengan jumlah rakaat tertentu di Masjid Raya At Taqwa sangat menjunjung tinggi nilai toleransi.

a�?Realita beragama di NTB ini sangat toleran,a�? ujar Akhmad Sukri.

Menurut dia, Masjid Raya At Taqwa tidak membedakan mengenai jumlah perbedaan rakaat dalam pelaksanaan salat tarawih. Semua dirangkul di Masjid Raya At Taqwa.

a�?Sudah disampaikan oleh Imam Masjid Raya, tidak membedakan antara NU dan Muhammadiyah,a�? kata Akhmad Sukri.(wan/cr-dit/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys