Ketik disini

Metropolis

Rp 18,5 Miliar untuk Benahi Destinasi

Bagikan

MATARAM – Destinasi wisata andalan daerah akan memiliki wajah baru dalam waktu dekat. Tahun ini, pemerintah sudah menyiapkan anggaran hingga Rp 18,5 miliar demi memoles infrastruktur, terutama sarana dan prasarana di masing-masing objek wisata.

“Anggaran ini untuk revitalisasi atau pembenahan destinasi wisata di sepuluh kabupaten/kota,” kata Kepala DinasKebudayaan dan Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal dalam keterangan pers di kantornya, kemarin (17/6).

Menurut dia, ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengembangkan destinasi yang ada. Mengingat selama ini memang santer menjadi sorotan bahwa beberapa objek wisata terkesan tak terawat karena minimnya sarana dan prasarana. Bahkan, pengembangannya pun dianggap stagnan.

“Memang dengan anggaran ini tidak akan bisa langsung memperbaiki seratus persen. Tapi, kita terus mencoba secara bertahap,” kata Faozal.
Anggaran sebesar Rp 18, 5 miliar itu merupakan hasil keroyokan antara provinsi dan pemerintah pusat. APBD Provinsi NTB menyumbang sebesar Rp 8,5 miliar dan dari APBN sebesar Rp 10 miliar.

Anggaran provinsi dimanfaatkan untuk pengembangan destinasi di sepuluh kabupaten/kota. Di antaranya, untuk mempermak pasar seni di Gili Trawangan, merehab jalur tracking Gunung Tambora di Doroncanga dan penyediaan berbagai sarana dan prasarana lainnya.

“Kita mendukung penyediaan toilet standar di setiap destinasi wisata tersebut. Selama ini, minimnya toilet memang menjadi keluhan,” lanjut Faozal.

Di samping itu, pemerintah juga mengalokasikan sebagian dana tersebut untuk membangun lapak pedagang di sejumlah destinasi wisata andalan. Menurut Faozal, penyediaan lapak ini bertujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kawasan wisata.

Sementara, dana APBN sebesar Rp 10 miliar hanya diperuntukan bagi 7 kabupaten/kota yang memiliki destinasi wisata andalan nasional. Di antaranya, untuk penataan geopark rinjani di KLU dan wilayah Sesaot, Lobar dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Kemudian anggaran Rp 2 miliar untuk pengembangan objek wisata di Benang Setoke, Loteng.

Sementara, untuk Mataram akan dikembangkan pasar seni yang bertempat di Sayang-sayang dengan pembangunan openstage. Pembangunan rest area di Sembalun sebesar Rp 2 miliar. Maupun penataan jalur Tambora untuk wilayah Dompu dan Bima.

Perhatian pemerintah terhadap pengembangan destinasi wisata juga disambut Ketua PHRI NTB I Gusti Lanang Patra. Ini diharapkan bisa membawa perubahan yang signifikan agar para tamu atau wisatawan semakin nyaman setiap kunjungan ke destinasi wisata. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *