Ketik disini

Giri Menang Headline

Wabup Pastikan Rombak Pejabat

Bagikan

*Begitu Kantongi SK Plt Bupati 

GIRI MENANG – Wabup Lobar Fauzan Khalid memberi sinyal akan merombak jajaran kepala SKPD. Pejabat yang dianggap kinerjanya lamban bakal digeser.

Langkah geser menggeser akan diambil setelah turun Surat Keputusan (SK) Plt Bupati. Hanya saja, Fauzan belum menyebutkan pejabat yang akan dibuang dan dipromosikan. ”Begitu memiliki kewenangan, memiliki alat untuk menjalankan tugas, dan kewenangan bupati. Saya akan melakukan evaluasi. Tapi, kewenangan itu belum turun hingga saat ini,” kata Fauzan usai rapat pimpinan di aula kantor bupati Lobar, kemarin.

Ia menegaskan, konsekuensi dari itu bisa jadi ada pejabat yang promosi, mutasi horizontal, dan demusi atau turun dari eselon II ke eselon III. Bahkan, ada juga pejabat yang akan dinon job.

”Itu langsung saya lakukan setelah menerima kewenangan Plt Bupati. Tapi, kebijakan itu harus sesuai dengan UU ASN, yakni membentuk pansel dulu,” tegasnya.

Fauzan tidak menyebutkan secara detail pejabat yang bakal digeser. Ia hanya mengungkapkan, semuanya akan dievaluasi dan tidak terkecuali. Entah itu posisinya strategis atau tidak.

”Sekali lagi, konsekuensinya tetap. Kalau saya anggap baik, mereka tetap pada posisi itu. Kalau tidak, maka akan diganti,” terang dia.

Alasan evaluasi ini tidak terlepas dari kinerja pejabat tertentu yang dianggap lamban. Menurut Fauzan, dirinya melakukan evaluasi secara obyektif. Kinerja para pejabat terlihat lamban dan tidak ada kreatifitas sama sekali.

”Fokus kerja mereka lebih banyak pada pogram yang kita rencanakan. Tidak ada kreativitas. Padahal, seringkali hasil itu terlihat dari kreativitas. Ini hasil evaluasi saya aendiri,” ujarnya.

Sering kali, kata dia, SKPD tertentu tidak ada terobosan dan terkesan monoton. Kondisi itu mengharuskan adanya perubahan. Karena, kinerja lamban itu salah pemimpin SKPD.

”Kondisi itu tidak semuanya berada di SKPD. Saya tekankan, evaluasi ini tidak terkecuali, bukan hanya SKPD yang rapor merah tapi semuanya,” katanya lagi.

Dalam evaluasi ini, Fauzan menegaskan, tidak ada penilaian atau parameter tidak ada kaitannya dengan orangnnya bupati. Ketika berpasangan dengan bupati Zaini dan hingga sekarang ini, Fauzan mengaku tidak pernah menganggap ada orang bupati dan orangnya wabup.

”Tidak ada kaitan itu orangnya bupati, orangnya wabup. Saya selalu mengantakan semuanya orang kita. Tidak ada parameter seperti itu, tidak ada juga sapu bersih. Yang ada hanya ukuran kinerja mereka,” tegasnya.

Ia mengatakan, setelah evaluasi dirinya akan membentuk panitia seleksi (pansel). Pola yang diambil dengan memakai lima orang pansel. Dua orang berasal dari internal pemerintah dan sisanya dari akademisi.

”Saya akan ambil lima, meski ada pilihan tujuh orang pansel dan Sembilan orang pansel. Itu dilakukan untuk irit. Dua orang dari internal diambil dari pemprov, agar netral seleksinya,” tandas dia.

Disinggung mengenai SKPD yang rendah serapan anggarannya, Fauzan membeberkan, dari hasil rapim ada sepuluh SKPD yang mendapat nilai rapor merah. Ada sepuluh SKPD yang masuk dalam zona merah, yang serapan anggaran rendah. Misalkan, serapan anggaran pada Distamben dan Pertanakbun.

”Serapan anggaran SKPD itu masih kecil. Distamben cuma tujuh persen. Begitu pula dengan Dispertanakbun. Tapi, mereka sudah berikan alasan yang logis sehingga serapannya rendah,” pungkas Fauzan. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *