Ketik disini

Kriminal

Wajah Bonyok, Motor Hangus

Bagikan

MATARAM – Setelah lama diintai, akhirnya tersangka yang menjadi tikus kebun alias pencuri bibit durian dihakimi massa kemarin. Pelaku bernama Mustiaji, 37 tahun, asal Dusun Majeli, Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, tidak bisa berkelit saat ditangkap warga.

“Sebelum dibawa ke polsek, dia terlebih dahulu dihakimi warga setempat,” ujar Kapolsek Lingsar Ipda Seala Syah Alam.

Mustiaji tertangkap tangan oleh Latiadi, 51 tahun, pemilik kebun tempatnya mencuri. Korban kesal atas kejadian yang telah berulang kali terjadi. Bibit tanaman duriannya selalu hilang.

Namun pada pagi kemarin, sekitar pukul 05.00 Wita, ia mengintip seseorang yang mengendarai sepeda motor dan parkir sekitar 100 meter dari kebunnya. Dia mencurigai orang tersebut merupakan pelaku yang sering mencuri di kebunnya. “Tapi sengaja saya tidak tangkap langsung. Sengaja saya biarkan dia mencuri dulu supaya ada bukti. Saya intip dia sambil telepon Pak Kadus (kepala dusun),” tutur Latiadi.

Ketika akan membawa 18 bibit durian, pemilik kebun bersama kadus setempat dan warga langsung menyergap Mustiaji. Pelaku tidak bisa berkelit karena di pundaknya ia membawa bibit pohon tersebut.

Warga yang kesal dengan aksi pelaku langsung menghakiminya hingga babak belur. Beruntung, tim kepolisian dari Polsek Lingsar langsung turun ke TKP setelah mendapat telepon dari warga.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti berupa 18 pohon bibit durian dan satu buah linggis dibawa ke Mapolsek Lingsar. Tidak hanya bonyok dan ditahan di mapolsek, sepeda motor yang digunakan dalam menjalankan aksinya juga hangus dibakar massa.

Bibit yang dicurinya rencananya akan dijual. Dihargai Rp 250 ribu per pohonnya. Sehingga kerugian dari korban mencapai sekitar Rp 4,5 juta. Menurut pengakuan tersangka, ia baru melakukan hal ini dua kali.

Setelah dirawat di puskesmas, kini tersangka ditahan di Mapolsek Lingsar untuk ditindaklanjuti. Dia dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.(cr-mas/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *