Ketik disini

Headline Metropolis

Disekap dan Kerap Disiksa

Bagikan

* Bocah 10 Tahun Dikurung Kakaknya

MATARAM — Kekerasan terhadap anak seakan tidak ada habisnya. Kali ini, kasus kekerasan dialami AL, bocah 10 tahun di Lingkungan Monjok Baru, Kelurahan Monjok, Kota Mataram. Anak ini dikurung selama berbulan-bulan di dalam kamar oleh YR, kakaknya sendiri.

Peristiwa ini terungkap setelah warga menemukan AL dalam kondisi mengenaskan duduk di pos ronda kompleks perumahan kemarin sore. Tubuhnya kotor, kumal dari rambut hingga kaki. Kulitnya terlihat menghitam di bagian leher dan wajah. Juga terliat luka-luka akibat penyakit korengan di sekujur tubuhnya.

Melihat kondisi anak ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram HL Makmur Said yang tinggal di lokasi itu menghubungi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram. Kemudian dibawa untuk mendapat perawatan.

AL mengaku kabur dari rumah kakaknya karena sudah tidak tahan mendapat siksaan. Dikurung selama berbulan-bulan di dalam sebuah kamar di lantai dua rumah. Di sana, ia dibiarkan tidur sindiri, dan tidak diberikan keluar rumah, apalagi bersekolah.

”Tidak mau balik ke sana, sering dipukul,” kata bocah ini saat ditemui Lombok Post di rumah Ketua LPA Mataram Sri Mawarni tadi malam.

Ia menuturkan, selain memukul, sang kakak juga kerap menyuruhnya mencuci baju. Sementara untuk makan jarang diberikan. AL mengaku diberikan makan nasi dua kali sehari. Tapi tidak diberikan turun dari kamarnya. Begitu ada kesempatan, bocah ini akhirnya nekat melarikan diri melalui pintu gerbang. Sampai akhirnya ditemukan warga.

Meski sudah berumur di atas 10 tahun, namun perilaku AL masih seperti anak taman kanak-kanak. Diduga disebabkan setelah lulus TK ia tidak pernah disekolahkan lagi. Selama dikurung, AL tidak bisa berinteraksi dengan dunia di luarnya.

”Perilakunya masih kayak anak TK, masih senang menggambar.Saat kami bawa dia tanyakan ada buku tidak di sana,” tutur Ketua LPA Kota Mataram Sri Mawrani.

Ia menjelaskan, setelah mendapat laporan warga, LPA langsung membawa anak tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Dikatakan, saat dibawa LPA, AL dalam kondisi tidak terawat, kumal karena tidak pernah mandi, luka penyakit kulit terlihat di semua tubuhnya.

”Dia tidak pernah dimandikan, hanya di kurung di dalam kamar itu,” ungkap Sri.

Dari data yang didapatkannya, orang tua anak tersebut bercerai. Sang ayah yang berusaha dihubungi tidak bisa dikontak.Sementara sang ibu dikabarkan sudah pulang ke Jawa. Sehingga ia dititipkan di YR sang kakak. Sejak saat itu, nasib kelam menimpa AL. Bukan kebahagiaan yang ia dapat malah sebaliknya. Disekap dan dipukul sang kakak.

”Menurut kepala lingkungan, enam bulan lalu ia masih bersih, tapi sejak saat itu tidak terlihat lagi, dan sekarang kondisinya mengenaskan seperti ini,” jelas Sri.

Rencananya, AL akan dibawa ke rumah sakit hari ini untuk mendapat perawatan. Tidak hanya untuk mengecek kesehatan fisiknya, tapi juga kesehatan mental. Karena ia masih sangat trauma dengan apa yang dialami selama ini.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Mataram Sutrisno menambahkan, pemerintah akan membantu anak tersebut.Baik dari segi pengobatan, pemulihan hingga ia bisa kembali hidup normal layaknya anak biasa.

Sementara itu, warga Lingkunagn Monjok Baru beraksi atas kejadian ini. Malam harinya, usai salat tarawih aparat menggerebek rumah YR yang ada di lingkungan tersebut. Di luar dugaan, saat digeledah, aparat kepolisian menemukan dua buah senjata api, senjata tajam dan sebuah bong yang diduga digunakan untuk mengkonsumsi narkoba. Saat itu, YR diamankan bersama empat orang temannya, dua diantaranya merupakan perempuan. Sontak warga heboh.

Kepala Lingkungan Monjok Baru Lalu Kasmayadi mengatakan, sehari-hari rumah tersebut sepi. Pintu selalu tertutup. YR pemilik rumah juga kurang bersosialisasi dengan warga. Sehingga mereka juga tidak tahu kalau ada anak dikurung di dalam rumah. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Up