Ketik disini

Headline Metropolis

Hari Pertama, Semangat Sudah Loyo

Bagikan

* Wawali Sidak Puskesmas dan Dukcapil

MATARAM a�� Hari pertama puasa, semangat birokrasi di Kota Mataram loyo. Terlihat dari minimnya pegawai yang masuk di kantor Sekretariat Wali Kota Mataram.

Tidak seperti biasanya, kantor yang selalu ramai ini lengang. Mulai dari area parkir hingga ruang administrasi kosong. Hanya ada beberapa staf pegawai yang masuk seperti biasa.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana pun bereaksi. Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Terutama yang menjadi pusat pelayanan vital. Seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Puskesmas Mataram.

Di dua tempat ini Mohan masuk ke ruang-ruang pelayanan, melihat proses pelayanan yang diberikan para pegawai. Mulai dari ruang pembuatan kartu tanda penduduk, administrasi hingga ruang pemotretan.

Sementara di Puskesmas Mataram, Mohan memeriksa ruang pelayanan kesehatan. a�?Semuanya masuk seperti biasa, dari hasil sidak tadi pelayanan di tempat vital ini lancar,a�? kata Mohan.

Ia mengaku hanya sidak ke SKPD yang memiliki mobiltas pelayanan tinggi. Seperti kependudukan dan kesehatan. Sebab bila sektor ini terganggu, maka dampaknya akan langusung dirasakan masyarakat.

Untuk itu, ia ingin memastikan pelayanan tersebut tidak berhenti gara-gara pegawai menjalankan ibadah puasa.

Sementara untuk staf dan pegawai kantoran. Ia mengakui di hari pertama puasa, semangatnya kendor. Tapi khusus hari pertama, pihaknya masih memberikan toleransi. Sebab dari pusat juga sudah memaklumi, kondisi hari pertama puasa sedang dalam penyesuaian. Sehingga jam masuk hanya sampai pukul 11.00 Wita.

Tapi Mohan mengingatkan, mulai hari kedua dan seterusnya pegawai harus masuk seperti biasa. Bila ada yang sampai malas-malasan, sanksi sudah menanti.

Mohan juga mengingatkan agar para kepala SKPD memberi contoh pada jajarannya. Bila ingin menindak, maka mereka harus terlebih dahulu memberikan teladan.

a�?Untuk kedisiplinan staf saya serahkan ke kepala SKPD masing-masing dan mereka harus menjadi teladan yang baik bila ingin mendisiplinkan pegawai,a�? imbuhnya.

Dari pantauan Lombok Post, hari pertama bulan puasa di kantor wali kota Mataram masih seperti tahun-tahun sebelumnya. Area parkir terlihat longgar dan banyak meja serta kursi pegawai yang tidak terisi. Padahal, sehari sebelumnya pemandangan tersebut jauh berbeda. Area parkir selalu padat dan aktivitas di kantor wali kota juga terlihat sangat sibuk.

Beberapa pegawai di kantor wali kota menjadikan bulan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Pukul 08.00 Wita kemarin, suasana kantor wali kota masih terlihat sepi. Dalam satu ruangan yang biasa dipadati para pegawai, kemarin hanya terisi dua sampai tiga orang. Lebih banyak meja yang terlihat kosong ketimbang yang terisi.

a�?Kalau hari pertama puasa memang biasa kayak gini mas,a�? salah seorang pegawai di kantor Wali Kota Mataram.
Padahal, dari penjelasan Kepala Badan Kepegawaian Kota Mataram, Dewi Mardian Ariani, surat edaran tentang aturan jam kerja di bulan puasa telah dikeluarkan. Surat tersebut merupakan edaran gubernur NTB yang dilanjutkan ke setiap daerah kabupaten/kota.

a�?Para pegawai wajib masuk pukul 08.00 Wita dan pulang pukul 14.00 Wita. Khusus hari Jumat, pulangnya jam 11.00 Wita dan hari Sabtu pukul 13.00 Wita,a�? jelasnya pada Lombok Post.

a�?Namun untuk hari pertama bulan puasa, pulangnya lebih awal yakni pukul 11.00 Wita,a�? sambungnya.

Lebih lanjut, Dewi, sapaan akrabnya menerangkan, selama bulan puasa, para pegawai pemerintahan telah mendapatkan keringanan jam bekerja. Dalam seminggu, para pegawai mendapat pengurangan 5 jam kerja dari 37,5 jam perminggu.

Untuk itu, ia berharap para pegawai bisa disiplin masuk bekerja sesuai edaran yang telah dikeluarkan. a�?Intinya jangan malas. Tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya karena puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan,a�? tegasnya.

Kalau ada pegawai yang tidak disiplin, akan diberikan sanksi. Bisa saja sanksi itu diberikan dari pimpinan intstansi atau lembaga pemerintahan tersebut. Jika seorang pegawai absen 1-5 hari akan diberikan teguran lisan. Sedangkan jika absen 6-10 hari, akan diberikan teguran tertulis. a�?Kalau dalam satu tahun ada 46 hari absen, itu langsung pemecatan,a�? tegas Dewi.(ili/ton/cr-fer/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *