Ketik disini

Feature

Orang NTB Berpuasa di Australia (2-Habis)

Bagikan

* Oleh : Atun Wardatun (Dosen IAIN Mataram, kandidat doktor di University of Western Sydney, Australia)

Kegiatan sebelum dan saat Ramadan di Australia begitu padat. Selain para ibu-ibu yang memiliki acara khusus a�?high teaa�?, para remaja juga memiliki kegiatan untuk meningkatkan silaturahmi. Menjadi komunitas minoritas juga tidak menghalangi umat Islam beribadah di Australia. Kami bisa menjalankan ibadah agama dengan bebas. Toleransi begitu terjaga.

*********************

PADAA�hari Minggu (7/6), Al Hijrah mengadakan seminar kesehatan dengan mengundang dua orang dokter dan satu orang praktisi serta pengajar kesehatan masyarakat yang juga Phd candidate asal Indonesia. Ketiga pembicara perempuan dalam seminar tersebut memberikan informasi bagaimana menjalani puasa secara sehat. Termasuk menyampaikan asupan selama puasa bagi mereka yang harus menjalani diet khusus misalnya penderita diabetes dan kolesterol tinggi. Acara tersebut juga dirangkai dengan perlombaan adzan bagi anak laki-laki dan puitisasi Alquran bagi anak perempuan. Para ibu-ibu dan bapak-bapak juga menggelar bazar di halaman luar yang bisa dikunjungi ketika sedang istirahat untuk makan siang di tengah-tengah acara.

Selain perlombaan, anak-anak juga melakukan performance berupa nyanyi, puisi dan pidato, perseorangan maupun grup. Bagi anak-anak usia dini yang belum bisa duduk tenang di dalam ruangan disedikan kegiatan out door seperti jumping castle, face painting dan lomba tarik tambang. Semua terlibat dan semua gembira.

Di dalam venue acara, kursi yang tersedia penuh sesak dan tampak pula dua meja khusus yang disediakan untuk pemeriksaan kesehatan gratis khusus ibu-ibu dan gadis oleh petugas perempuan, dan petugas laki-laki melakukan pelayanan terhadap bapak-bapak dan laki-laki remaja maupun anak-anak. Jadi rangkaian acara ini benar-benar menyentuh berbagai lapis usia dan mempersiapkan segala kebutuhan menghadapi puasa baik secara spiritual maupun secara fisik.

Tarhib Ramadan atau menyambut bulan Ramadan kali ini juga mengundang khusus dua orang pembicara dari Indonesia dalam rangkaian perjalanan dakwah mereka ke Sydney yaitu ustadz Salim A Fillah dan Bunda Neno Warisman. Jadwal mereka selama seminggu di Sydney sangat padat terisi karena berbagai kelompok pengajian bergiliran memanfaatkan kehadiran mereka. Kelompok-kelompok tersebut beragam baik yang berdasarkan kesamaan daerah asal di Indonesia seperti Minang Saiyo, berdasarkan profesi seperti IMNA, Indonesian Muslim Nurses Association, maupun komunitas Qura��an ODOJ (one day one juz) yang saat sekarang untuk grup ibu-ibu saja sudah terbentuk empat grup. Masing-masing kelompok berlomba tetapi juga dengan koordinasi yang rapi bersyia��ar dan bergembira menyambut Ramadan.

Jadwal kegiatan mereka bergilir dengan baik dan terbuka bagi siapapun yang ingin mendatangi pengajian yang di helat di tempat dan waktu yang berbeda.Bagi mereka yang memiliki waktu banyak bisa mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga dalam satu hari bisa saja menghadiri pengajian beberapa kali.

Bagi yang tidak berkesempatan hadir di acara pengajian keliling tersebut, dapat mengakses melalui layanan ustream, sebagaimana yang dimiliki oleh pengajian Masjid Al Hijrah. Selain ustream, recording pengajian dapat juga diperoleh dari rekaman mereka yang hadir yang kemudian disebarkan kepada komunitas dalam grup yang terhubung melalui whatsapp maupun line.

Putra-putra saya yang mengikuti Taman Pendidikan Alquran di dua tempat yaitu di Salsabeela dan Yayasan Ashabul Kahfi, Punchbowl juga sibuk mengikuti beberapa acara yang sengaja didesain bagi anak-anak dan remaja untuk menyambut Ramadan dengan gembira dan dengan kesiapan fisik maupun jiwa. Ashabul Kahfi misalnya mengadakan pesta makan-makan di taman yang diawali dengan penyampain ceramah oleh perwakilan dari mereka. Kegiatan ini sekaligus menandai berakhirnya periode ajaran dengan membagikan raport yang akan dilanjutkan dengan pesantren kilat selama Ramadan.

Anak-anak juga dilibatkan untuk membagikan flyer berupa jadwal salat, imsak dan berbuka, ifthar jamaa��i (buka bersama) dan tarawih yang telah disiapkan oleh beberapa kelompok pengajian. Kami bebas memilih dan bergiliran mendatangi tempat-tempat dilaksanakannya buka bersama dan tarawih.

Biasanya selain mempertimbangkan jarak, kami juga mempertimbangkan tempat parkir agar tidak mengganggu penduduk sekitar yang tidak melaksanakan tarawih. Lagipula denda kalau terjadi salah parkir di sini sangat tinggi.Betapa di Sydney saya merasakan bagaimana menjalankan agama dengan bebas tanpa larangan tetapi juga harus tetap bertoleransi pada penduduk sekitar dan peraturan untuk ketertiban.

Puncak dari acara tarhib Ramadan tahun ini diadakan di Korean Community Centre 82 Brighton Avenue Croydon Park Akbar. Acara yang terlaksana berkat kerja sama antara Iqra Sydney dan Dompet Dhua��afa tersebut berbentuk tabligh akbar yang dihelat sejak pagi sampai sore Minggu (14/6).

Kegiatan diawali dengan kegiatan santai yaitu permainan anak-anak, bazar makanan khas Indonesia untuk memanjakan lidah para undangan pada pagi menjelang siang. Acara inti di mulai sekitar jam 1 siang yaitu ceramah agama yang di sampaikan oleh Ustadz Salim A fillah dan dilanjutkan bunda Neno Warisman. Di sela-sela acara tersebut, ustadz Salim melelang buku tulisannya yang berjudul Lapis a��Lapis Keberkahan dan buku bunda Neno yang berjudul Matahari Odi Bersinar karena Maghfi. Buku-buku yang harga aslinya hanya tidak lebih dari Rp 100.000 atau AUD 10 tersebut terjual melalui auction ini paling rendah 500 dollar atau seharga Rp. 5.000.000 dan penawaran tertinggi sebanyak 1.000 dollar (Rp 10 juta) oleh para dermawan di Sydney.

Uang tersebut akan disalurkan ke sekolah tahfidz yang didirikan oleh orang-orang Indonesia di Sydney yang dalam usianya yang baru menginjak dua tahun telah menghasilkan beberapa murid yang sudah menghafal sampai 5 juz Alquran. Hari itu 20 murid yang telah berhasil merampungkan hafalannya sesuai target kurikulum diberikan penghargaan. Anak-anak yang masih usia SD tersebut tampak sangat antusias dan bersemangat menjadi para penghafal Alquran yang akan melanjutkan kibaran dan memperterang cahaya Islam di Sydney kelak.

Puncak acara ini diakhiri dengan saling salam dan bermaaf-maafan. Sore menjelang tidak terasa karena dikalahkan oleh antusiasme para undangan menyambut bulan puasa yang dimulai hari ini Kamis (18/6). Marhaban ya Ramadan. (Atun Wardatun/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *