Ketik disini

Giri Menang

Pengusaha Ikan Air Tawar Menjerit

Bagikan

* Imbas Kekeringan Mereka Merugi

GIRI MENANG -Imbas kekeringan mulai dirasakan petani ikan air tawar. Mereka kini menghadapi kerugian di depan mata. Debit air yang menyusut telah menyebabkan mereka tidak bisa panen normal. Masa pemeliharaan ikan pun menjadi kian panjang.

a�?Kalau kondisi begini terus berlanjut. Kami sudah pasti rugi,a�? kata Sahri, pengelola kolam ikan air tawar di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, pada Lombok Post, Kamis (18/6).

Dia mengatakan, saat debit air menyusut, ikan menjadi sulit makan. Jika debit air normal biasanya mereka bisa panen dalam sekali tiga bulan. Namun, sekarang masa panen menjadi sekali enam bulan. a�?Jumlah pakan yang kami perlukan juga membengkak,a�? katanya.

Kini, tatkala debit air menyusut, dia mengaku paling banter dia akan mampu panen ikan hingga 3,5 ton. a�?Itu kalau sudah balik modal sudah bagus. Mudah-mudahan tidak rugi,a�? katanya.

Dikatakan, kondisi debit air yang menyusut itu, tidak hanya terjadi tahun ini saja. Tahun lalu, kondisi serupa juga dialaminya. Terlebih kini, para pengelola kolam ikan air tawar di sana, juga berbagi air dengan para petani. Sebab, kolam ikan ini memang berada di dekat saluran irigasi teknis, yang juga menjadi urat nadi suplai air bagi pertanian.

Pengelola kolam yang lain Rasyid, mengatakan, mereka berharap pemerintah memerhatikan kondisi para pengelola ikan. Dalam jangka pendek, mereka memerlukan mesin penyedot air. Sebab, kata Rasyid, para pengelola kolam ikan air tawar di Segerongan sebetulnya bisa memanfaatkan kelebihan air sungai, yang bisa disedot dengan mesin air. (cr-rid/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *