Ketik disini

Kriminal

Polda Periksa Rektor IKIP Widyadarma

Bagikan

* Laporan Dugaan Ijazah Palsu Oknum Dewan

GIRI MENANG – Penanganan laporan dugaan pemalsuan dokumen berupa ijazah yang digunakan Wakil Ketua Dewan Lobar HM Nur Said memasuki tahap pemeriksaan saksi. Sejak kasus dilaporkan, penyidik Ditreskrimum Polda telah memeriksa empat orang saksi.

Mereka yang diperiksa diantaranya, Rektor IKIP Widyadarma Surabaya Hari Purwanto. Selain itu, penyidik memeriksa pula dekan Program Studi Pendidikan Ekonomi IKIP Widyadarma Surabaya.

a�?Kami telah periksa empat orang saksi. Diantaranya, Rektor dan Dekan IKIP Widyadarma Surabaya,a�? kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti kepada Koran ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Lobar HM Nur Said dilaporkan menggunakan ijazah palsu. Laporan itu disampaikan dengan tuduhan pemalsuan dokumen.

Tribudi menjelaskan, disamping memeriksa saksi, penyidik melakukan serangkaian pengumpulan data dan bukti. Setelah bukti terkumpul, penyidik melakukan gelar perkara sebanyak dua kali.

a�?Ada 15 pendukung yang kami kumpulkan, lalu dilakukan gelar perkara,a�? jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan saksi dan bukti pendukung, penyidik menyimpulkan ijazah yang digunakan HM Nur Said benar dikeluarkan dan diterbitkan IKIP Widyadarma Surabaya. a�?Hasil gelar perkara menyatakan benar dari IKIP Widyadarma Surabaya,a�? sebutnya.

Sebelumnya, HM Nur Said dilaporkan karena diduga memakai ijazah palsu. Indikasi itu diperkuat surat Rektor IKIP Widyadarma Surabaya Nomor 160/03.E.2/VI/2015 tertanggal 11 Juni 2015. Surat itu disampaikan kepada Ketua DPC Gerindra Lombok Barat perihal klarifikasi ijazah palsu.

Surat tersebut ditembuskan ke DPP Gerindra, DPD Provins NTB, dan KPUD Lobar. Surat itu berisi, berdasarkan surat Kopertis Wilayah VII Jawa Timur Nomor 1270/K7/KM/2014 tanggal 12 juni 2014 dan surat kopertis wilayah VII Jawa Timur Nomor 2040/K7/KM/2014 tanggal 19 september 2014 dengan ini ijazah Saidin (HM Nur Said) nomor KWD.0690/03.21/III/2011tertanggal 31 Maret 2011 dinyatakan tidak sah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan IKIP Widya Darma Surabaya.

Surat lain yang mengarah pada dugaan pemalsuan ijazah dikeluarkan pula Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah VII. Mereka mengeluarkan klarifikasi perihal ijazah sarjana nomor 2040/K7/KM/2014 tertanggal 19 september 2014 dan NIM 07210027. Surat itu ditandangani Sekretaris Pelaksana Kopertis wilayah VII Jawatimur Ali Maksum.

Bunyinya, setelah diteliti dalam pangkalan data pendidikan tinggi forlap.dikti.go.id, pemiliki nomor induk mahasiswa 072100227 Program Studi Pendidikan Ekonomi IKIP Widyadarma Surabaya terdata nama Siti Aminah yang masuk kuliah 20 Oktober 2010. Sementara, NIM 06210027 tercatat atasnama Andi Wijanto, tanggal masuk 1 September 2006 dan lulus 20 Oktober 2010.

Masih dalam surat itu, dari hasil penelitian kami terhadap laporan semester IKIP Widya Darma Surabaya yang dilaporkan ke Ditjen Dikti dan Kopertis Wilayah VII Jawa Timur pada peridoe itu, ijazah Saidin alias HM Nur Said NIM 07210027 program studi pendidikan ekonomi tidak terdata pada laman forlap.dikti.go.id. Sehingga status mahasiswa dan ijazah itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. (jlo/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *