Ketik disini

Metropolis

AL Perlu Pertolongan Psikolog

Bagikan

* LPA Belum Tempuh Jalur Hukum

MATARAM – Setelah mendapat penanganan, kondisi AL, bocah 10 tahun korban penelantaran mulai membaik. Kemarin, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram membawa anak ini ke Puskesmas Mataram.

Di sini, AL dimandikan dan diobati para petugas medis. Termasuk membersihkan luka borok di kepalanya. Sebelum itu, korban juga diajak ngobrol oleh dokter untuk mengetahui kondisi psikis dan latar belakang keluarganya.

Diberitakan sebelumnya, AL dikurung oleh kakaknya YR di dalam kamar lantai dua rumah tempat tinggal mereka. Kasus ini terungkap setelah warga di Lingkungan Monjok Baru, Kota Mataram menemukan AL tengah duduk di pinggir jalan dalam kondisi mengenaskan, Kamis (18/6).

Tenaga medis Puskesmas Mataram dr Wiwik Nurlaela menjelaskan, secara umum kondisi AL baik, terutama setelah diobati. Tim medis tidak menemukan ada luka fisik di tubuhnya. Hanya memang karena tidak mendapat perawatan dalam waktu lama, kesehatan kulit terganggu, penyakit korengan sudah kronis. Sementara luka di kepala lebih disebabkan cairan yang sudah lengket bercampur dengan segala macam kotoran. Luka yang infeksi membuat kepalanya sering terasa sakit.

a�?Tapi sudah kita obati, tidak apa-apa. Dengan perawatan nanti dia akan membaik,a�? jelasnya.

Menurutnya, luka fisik tidak terlalu berarti, hanya saja yang perlu mendapat penanganan serius saat ini adalah psikisnya. Bisa dibayangkan dalam waktu lama, ia tidak dikasih keluar, tidak ada perhatian orang tua, secara psikis pasti akan berdampak pada anak tersebut. Saat melihat orang lain, ia pasti bertanya siapa orang itu dan mau diapakan dirinya.

a�?Jadi ada rasa curiga dengan orang, itu ada, saya mau diapain, saya mau diapain,a�? terang dokter Wiwik.

Meski demikian, Wiwik belum berani memastikan apakah AL mengalami gangguan psikologi. Untuk itu ia membutuhkan bantuan psikolog di Panti Sosial Paramita NTB. Ia berharap di sana ada psikolog yang membantu.

a�?Komunikasi baik. Untuk mengetahui apakah dia normal atau tidak perlu kita gali lebih dalam. Nanti psikisnya yang akan kita obati,a�? terangnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram Sri Mawarni mengungkapkan, dari data yang diperolehnya, anak tersebut berasal dari keluarga broken home. Kedua orang tuanya sudah bercerai. Sang ayah sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, sementara sang ibu dikabarkan pergi ke Kalimantan.

a�?Sampai saat ini kedua orang tuanya belum bisa kami hubungi,a�? jelas Sri Mawarni.

Mengenai langkah hukum, LPA sampai saat ini belum ada rencana ke sana. Pihaknya akan lebih fokus pada pemulihan kondisi kesehatan anak tersebut.

a�?Belum kami ke arah sana, sebab saat ini fokus bagaimana memulihkan kondisi anak ini,a�? ungkapnya.

AL kemudian diserahkan ke Panti Sosial Paramita NTB, sebab LPA tidak memiliki tempat penampungan sendiri.

Sementara Kepala BKKBN Kota Mataram Sutrisno mengharapkan kasus yang menimpa AL tidak terjadi lagi di Kota Mataram. Ia juga berharap, setiap warga sama-sama menjaga keselamatan anak. Melindungi mereka dan tidak menjadikan korban kekerasan maupun penelantaran.

a�?Kami mengimbau kepada semua kalangan agar melindungai anak dari segala macem tindak kekerasan,a�? imbuhnya.

Sementara itu kasus penelantaran anak berinisial AL, 10 tahun, yang diduga dilakukan kakaknya sendiri, YR ternyata berbuntut panjang. YR sendiri akhirnya diamankan. Tidak hanya dia, empat orang temannya, dua di antaranya perempuan, ikut diamankan.

Mereka diamankan bukan hanya karena kasus penelantaran anak, tapi karena kasus narkoba. Saat penggeledahan yang dilakukan polisi kemarin malam di rumah YR, ditemukan alat bantu hisap sabu (bong).

a�?Mereka diamankan dan diperiksa atas penemuan alat bantu hisab sabu itu,a�? ujar Kasubaghumas Polres Mataram AKP I Wayan Suteja, pada Lombok Post, kemarin.

Pihak Polres Mataram enggan membeberkan inisial empat teman YR itu. Suteja hanya menjelaskan, kelima orang tersebut hingga kemarin siang masih dalam tahanan Satuan Narkoba Polres Mataram. Hingga kini, kelimanya masih mengikuti pemeriksaan terkait penemuan bong tersebut. Tes urine sendiri belum dilakukan terhadap mereka. Selain ditemukannya bong, dari rumah YR polisi juga menemukan sajam dan senpi rakitan.

a�?Tentu temuan ini akan kita lidik juga,a�? katanya.

Untuk kasus penelantaran, saat ini tengah ditangani Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram. Suteja menjelaskan, kasus tersebut tidak tepat bila disebut penyekapan. a�?Itu lebih ke penelantaran, dan itu wilayahnya LPA,a�? ujar Suteja. Dijelaskan, kasus itu akan dikoordinasikan dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Mataram. (ili/deq/r7)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *