Ketik disini

Giri Menang

Cepat Rusak Gara-gara Drainase Tersumbat

Bagikan

Jalan desa yang ada di Lobar sebagian besar rusak parah, ditengara lantaran drainase yang masih buruk.

***

LUBANG jalan yang menganga memang bukanlah pemandangan yang sedap. Selain tentu saja merepotkan bagi pengendara dan juga warga.

Jalan di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi contohnya. Bertahun-tahun jalan itu selalu menjadi langganan kendaraan dumpt truk dengan tonase berat.

Tak ayal, muatan yang berlebihan itu membuat jalan rusak. Awalnya retak, lama kelamaan jalan berlubang dan membentuk kubangan. Airpun menggenangi dan memenuhi lubang jalan. Sepintas jalan itu seperti kolam sederhana. Dalam ilmu konstruksi jalan, air adalah musuh utama aspal.

Kondisi jalan rusak ini sempat membuat warga beraksi. Mereka memblokade jalan dan tidak membiarkan kendaraan melintas. Aksi mereka ini bentuk kekesalan terhadap kerusakan jalan yang terus berkepanjangan.

Perbaikan yang digaungkan mereka, tak pernah digubris pemerintah. Nah, melalui aksi itu, warga memaksa Pemkab Lobar turun ke lokasi untuk mendengarkan keluhan mereka. Akhirnya, perbaikan dilakukan meski hanya ditambal menggunakan sirtu. Bukan aspal.

a�?Jalan ini cuma ditambal saja. Itupun pakai sirtu. Padahal jalan ini sudah rusak parah,a�? kata H Hamid, warga setempat.

Perbaikan ini, kata dia, tidak akan bertahan lama. sebab, jalan ini tiap hari masih pula dilalui kendaraan dengan muatan yang melebihi tonase. Rata-rata mengangkut material galian c. Di masa seperti sekarang, angkutan sarat muatan itu tiada henti hilir mudik.

a�?Ini diperbaiki beberapa bulan lalu. Tapi lihat sekarang. Jalannya sudah bergelombang dan berlubang lagi,a�? beber Hamid.

Disamping itu, perbaikan jalan harus diikuti dengan drainase. Hingga kini, jalan belum sepenuhnya didukung drainase memadai. a�?Drainase juga buruk. Akibatnya, rembesan air membuat jalan cepat rusak pula,a�? akunya.

Jalan berlubang di wilayah Lobar cukup banyak dan hampir merata di seluruh kecamatan. Kerusakannya terbilang parah, bahkan adaa�Z yang membentuk kubangan dengan ukuran dua meter.

Seperti di wilayah Gunungsari. Jalan yang menghubungkan Lobar dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU) banyak yang berlubang. Misalkan ruas jalan di Pasar Gunungsari.

Lubang jalan hanya berselang beberapa meter saja. Lubangnya berdiameter hingga dua meter lebih. Kondisi jalan tersebut membuat arus lalulintas tersendat. Bahkan, tak jarang menimbulkan kemacetan panjang hingga satu kilometer.

Seperti halnya jalan kabupaten yang lain. Drainasenya pun juga buruk. Sampah-sampah dan lumpur menutup saluran. Akibatnya, drainase tak berfungsi normal.

Kepala Dinas PU Lobar Sakri mengakui banyaknya jalan berlubang dan drainase yang rusak. Menurutnya, pemeliharaan jalan berlubang dan drainase membutuhkan dana besar.

Anggaran pemeliharaan jalan dan drainase kata dia telah diusulkan. Tahun ini, dana yang dibutuhkan sebesar Rp 4,650 miliar. Tapi, permohonan anggaran pemeliharaan itu hanya disetujui Rp 700 juta.

Seandainya dana dicairkan sesuai permintaan, pemeliharaan drainase maupun jalan berlubang dapat teratasi. Dengan anggaran ratusan juta, kata dia, Dinas PU tampaknya mengutamakan pemeliharaan jalan berlubang. Itupun, sambung Sakri, belum mampu menyelesaikan pemeliharaan diseluruh jalan di wilayah Lobar. (bersambung/ISLAMUDDIN/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *