Ketik disini

Metropolis

Gak Dengar Suara Petasan ya?

Bagikan

* Petasan Marak Pol PP Belum Bertindak

MATARAM – Di awal Ramadan, petasan masih belum tertangani. Di bebarapa wilayah di Kota Mataram suasana malam hari kerap dibisingkan oleh bunyi petasan yang menggelegar. Padahal ledakan petasan ini mengganggu warga yang melaksanakan beribadah.

Ironisnya, sejauh ini belum ada langkah berarti dari Satpol PP Kota Mataram untuk mengatasi masalah petasan ini. Padahal warga berharap aparat kemanan, termasuk Pol PP A�segera mengambil tindakan untuk menertibkan petasan agar tidak semakin merajalela.

a�?Sangat menganggu karena saat orang sedang tarawih atau tadarusan kerap kaget karena suara petasan,a�? terang Khairun salah seorang warga.

Menurutnya, banyak anak-anak dan remaja bebas bermain petasan. Mereka bahkan sengaja membakar petasan atau kembang api di tempat-tempat keramaian. Bahkan pengendara kendaraan bermotor kerap dibuat kaget akibat bunyi petasan yang sengaja dibakar di pinggir jalan.

a�?Kami terus terang merasa terganggu apalagi di jalan raya tiba-tiba dilempari petasan gitu. Mohon pak polisi atau Sat Pol PP menyita petasan ini,a�? ungkap warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Sat Pol PP Kota Mataram Bayu Pancapati mengaku pihaknya bersama aparat kepolisian telah menyampaikan himbauan kepada warga agar tidak menjual dan menyalakan petasan.

a�?Sebelum puasa sudah ada surat edaran wali kota mengenai larangan menjual dan membakar petasan. Kami juga telah turun langsung ke distributor penjual petasan mengingatkan untuk tidak menjual petasan yang daya ledaknya tinggi atau bersuara keras,a�? terangnya pada Lombok Post.

Dia juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan lurah, kepala lingkungan dan ketua RT. Mereka diharapkan terlibat aktif dalam mencegah warganya bermain petasan. Namun, hal itu diakuinya belum bisa menghentikan penggunaan petasan.

a�?Kalau mau petasan diberantas, kepala lingkungan bersama linmas atau tokoh masyarakat aktif mendatangi orang tua anak yang main petasan tersebut,a�? usulnya.

Dikatakan, untuk memberantas petasan tidak bisa hanya dilakukan Satpol PP atau aparat keamanan saja. Karena, jumlah personel yang terbatas tidak akan mampu mengontrol semua warga di enam kecamatan yang ada di Kota Mataram. Oleh karenanya, harus ada keterlibatan dari elemen masyarakat, baik lurah, kepala lingkungan, tokoh masyarakat maupun yang lainnya.

a�?Satpol PP dalam beberapa hari ke depan telah membuat program untuk merazia penjual petasan baik yang di Cakranegara maupun di Ampenan,a�? pungkasnya. (ton/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *