Ketik disini

Praya

Identitas Pelaku Dikantongi

Bagikan

PRAYA – Dinas kehutanan dan perkebunan (Dishutbun) Lombok Tengah telah mengantongi identitas pelaku illegal logging terjadi di hutan lindung Pondok Gedang Desa Aik Berik Batukliang Utara (BKU).

a�?Ada beberapa nama kami peroleh dari keterangan masyarakat yang melihat langsung aksi mereka. Tapi, kita butuh bukti yang kuat dan lengkap,a�? kata Kepala Dinas Hutbun Pan Rahayu Samsor, kemarin.

Nama-nama yang dicurigai ini merupakan warga sekitar hutan sebanyak tiga orang dan pemilik sumil atau pemotong kayu empat orang. Kayu-kayu itu, kata Pan Rahayu menurut rencana akan dijual ke Lombok Barat.

a�?Yang penting, nama-nama mereka sudah kita kantongi. Mereka itu dalam pengawasan kami bersama Polisi,a�? ujarnya.

Jika dalam beberapa hari kedepan, ungkap Pan Rahayu nama-nama ini terbukti melakukan kasus penebangan liar, maka Polisi langsung menciduknya dibantu PPNS kehutanan.

a�?Memang ada 70 batang pohon kayu, ada. Tapi, saat kita temukan para pelaku sudah tidak ada di tempat,a�? katanya.

Atas dasar itu, PPNS kehutanan, Polisi dan TNI tidak bisa menangkap pelaku. a�?Artinya, kita masih melakukan penyelidikan. Sedangkan, kayu untuk sementara kita amankan di lokasi penebangan. Belum bisa kita angkut ke kantor,a�? ujarnya.

Kayu-kayu itu juga, lanjut Pan Rahayu dijaga 24 jam oleh elang-elang atau tim pengamanan hutan yang dibentuk Dishutbun, dibantu polisi kehutanan (Polhut).

Dikatakan, patroli rutin dalam ranga menyisir area hutan terus dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Polhut, TNI, Polri dan elang-elang. Tim pun terus berusaha mempersempit ruang gerak pelaku illegal logging. Namun, lagi-lagi kasus itu seringkali terjadi karena masyarakat lingkar hutan ikut melindungi dan membantu pelaku.

a�?Mari kita bersama-sama menjaga kelestarian hutan, menjaga dan memelihara. Sebab, hutan adalah penyangga kehidupan kita semua,a�? ujar Pan Rahayu.

Sementara itu, Danunit Inteldim Letda Inf. Afifudin Nur menyatakan diminta atau pun tidak oleh pemerintah menjaga dan melindungi hutan TNI tetap berkewajiban bergerak. Dengan cara, menurunkan personil intel di wilayah hutan yang dianggap rawan illegal logging.

a�?Setiap temuan, kami langsung koordinasikan dan komunikasi dengan Dihutbun serta Polisi. Karena, kewenangan penyelidikan dan penyidikan ada pada mereka. Kami sifatnya membantu saja,a�? ujarnya.(dss/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *