Ketik disini

Metropolis

MUI Dukung Cabut Ijin Hotel Esek-Esek

Bagikan

* NTB Jangan Kalah Dengan Kota Lain

A�

MATARAM – Praktik asusila yang terjadi di sejumlah hotel melati mengundang kecaman sejumlah pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB pun ikut mendesak agar pengelola penginapan ikut diberikan sanksi.

a�?Kita mendukung. Memang perlu dicabut izinnya sekalian,a�? kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan Fatwa MUI NTB Mustamiuddin Ibrahim pada Lombok Post, Jumat (19/15).

Menurutnya, aktivitas mesum di hotel melati memang sering menjadi keluhan masyarakat. Dimana banyak pasangan bukan muhrim melakukan perzinahan. Sehingga, memicu ketidaknyamanan dan keresahan bagi warga yang tinggal di sekitarnya.

Ini juga dibuktikan dari hasil razia Pol PP NTB beberapa waktu terakhir. Puluhan pasangan bukan muhrim terjaring saat asyik berduaan di dalam kamar hotel melati, di wilayah Kota Mataram maupun Suranadi dan Lingsar, Lombok Barat.

Dari razia yang dilakukan, juga tertangkap kesan bahwa pihak hotel sengaja memberi kemudahan bagi pasangan bukan suami-istri untuk menginap sekamar. Semuanya demi mendapat keuntungan semata.

a�?Ini kalau tidak segera diberantas, semakin berkembang. Harus ada tindakan tegas memang dari aparat terkait,a�? kata Mustamiuddin.

Ia sependapat dengan Gubernur NTB yang juga tegas meminta agar izin penginapan esek-esek tersebut segera dicabut. Sekarang tinggal menunggu ketegasan yang sama dari pemerintah kabupaten/kota. Mengingat perizinan tersebut diserahkan ke masing-masing daerah.

a�?NTB jangan sampai kalah dengan daerah lainnya yang tegas dalam memberantas hal-hal seperti ini. Misalnya saja di Surabaya. Kan malu, padahal walikotanya perempuan tapi mampu tegas,a�? katanya.

Dikhawatirkan, jika hotel esek-esek terus dibiarkan beroperasi, tidak hanya akan dipergunakan oleh pasangan kekasih. Melainkan akan menjadi sarang atau lokasi prostitusi baru. (uki/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *