Ketik disini

Giri Menang Headline

Sudah Sepakat, Kok Diungkit Lagi

Bagikan

GIRI MENANG – Ada-ada saja dewan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kali ini, mereka bukan mengomentari aset. Tapi mengungkit tapal batas yang telah selesai dibahas.

Dewan KLU tampaknya keberatan dengan langkah pemkab, yang mengaku kalah mengenai tapal batas di Pusuk. Saat itu, KLU dan Lobar mencapai kesepakatan.

a�?Tidak ada masalah lagi dengan tapal batas. Sudah selesai. Mungkin aset kali,a�? kata asisten I Setda Lobar Baiq Eva N Parangan kepada Koran ini, kemarinA�(19/6).

Ia menegakan, Lobar maupun KLU sudah menyepakati batas dua daerah itu. Kesepakatan itu dilakukan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sehingga, tidak ada lagi persoalan berkaiatan dengan tapal batas.

a�?Apalagi yang diributkan. Semuanya sudah selesai. Dua daerah sudah sepakat,a�? ujarnya.

Sesuai kesepakatan, batas KLU dengan Lobar berada di gapura yang sudah dibangun Pemda Lobar. Untuk diketahui, berdasarkan UU 26 Tahun 2008 tentang terbentuknya Lombok Utara, peta rupa-rupa bumi dan titik koordinat seharusnya tapal batas KLU dan Lobar berada sekitar 20 meter ke arah selatan tepat di sungai yang mengalir di wilayah tersebut.

Pemda Lobar tidak mengikuti peta itu dan membangun gapura jauh dari tapal batas yang seharusnya. Bahkan Lobar meminta tapal batas yang berada di gapura tersebut untuk dimundurkan kembali 15 meter ke arah utara dan masuk ke wilayah KLU.

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPRD KLU, Ardianto mengkritik langkah Pemda KLU yang mengalah terkait tapal batas tersebut. Selain itu, keputusan Pemda KLU yang menandatangani kesepakatan tapal batas tidak dibicarakan dengan dewan terlebih dulu. a�?Jika mengacu aturan KLU tetap benar, kenapa harus mengalah,a�? tandasnya. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *