Ketik disini

Selong

Tambatan Perahu Seret Dua Tersangka

Bagikan

SELONG – Kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga mini tambatan perahu di Gili Bidara, memasuki babak baru. Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong telah menetapkan dua tersangka. a�?Tersangkanya inisial PBC dan AS,a�? kata Kasi Pidsus Kejari Selong Feddy Hantyo Nugroho, kemarinA�(19/6).

Dijelaskan, keduanya diduga merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas proyek yang hingga kini tak jelas kelanjutannya itu. Para tersangka merupakan pejabat penyedia barang dan jasa serta pejabat pembuat komitmen. Mereka yang merupakan unsur swasta dan pemerintah itu kini terus didalami peran dan fungsinya.

Pembangunan tambatan perahu ini sendiri menelan anggaran hingga Rp 619 juta. Dengan anggaran sebesar itu, diharapkan bisa membuat fasilitas super yang bertahan puluhan tahun. Sayangnya baru setahun proyek itu dikerjakan, bahkan belum sempat diserahterimakan, beragam kerusakan sudah terjadi. Ini membuat pihak kejaksaan mencurigai adanya ketidaksesuaian pengerjaan dengan spesifikasi.

a�?Bisa saja ada yang dimainkan, tapi pembuktiannya nanti di pengadilan,a�? jawabnya.

Terkait kerugian negara, besarannya masih menunggu perhitungan BPKP selaku pihak yang paling berwenang. Ditambahkan, kemungkinan penambahan tersangka bisa saja terjadi. Terlebih bantuan Kementerian PDT tersebut juga ada pada sejumlah proyek tambatan perahu lain.

Semenjak dikerjakan 2013 lalu, tambatan yang ada di gili itu memang tak ubahnya proyek mubazir. Awalnya itu dihajatkan untuk membuka akses pulau indah yang masuk kecamatan Sambelia tersebut.

Potensi pariwisata yang tinggi menjadikan keberadaan pelabuhan mini atau tambatan perahu sangat diperlukan. Namun hingga kini apa yang dibangun tak pernah bisa dimanfaatkan, bahkan terindikasi ada kecurangan yang merugikan negara.

a�?Siapa pun yang terlibat pasti kita kejar, walaupun pejabat daerah inia�? janji Feddy. (yuk/r11)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *