Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Bank Harus Selektif Berikan Kredit

Bagikan

MATARAM – Rasio kredit bermasalah bank syariah non performing financing (NPF) di NTB masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan non performing loan (NPL) bank konvensional di NTB. Kepala OJK NTB, Yusri pada Lombok Post menyampaikan data terakhir NPF bank syariah di NTB mencapai lebih dari 5 persen, sedangkan NPL bank konvensional hanya sekitar 2 persen.

a�?Dari segi NPF/NPL perbankan ada yang meningkat dan normal,a�? ujarnya.

NPF perbankan syariah di NTB kini telah menembus angka yang cukup besar. Sedangkan perbankan konvensional masih terpantau di bawah dua persen. a�?Kalau perbankan konvensional sekitar dua persen bisa di maintenance,a�? jelasnya.

Kondisi ini harus mulai diperhatikan oleh pihak bank syariah yang ada di NTB. Dimana bila NPF terus meningkat, maka bank harus mulai hati-hati dan waspada dalam pemberian kredit.

a�?Perbankan harus lebih selektif dalam penyaluran kredit untuk menekan NPF atau NPL,a�? terangnya.

Pada 2015 ini diharapkan ada perbaikan NPL dan NPF. Pihaknya selalu mengingatkan agar proses perkreditan yang dijalani tiap perbankan terus membaik dan lebih selektif terhadap debitur. Namun sejauh ini OJK melihat, kondisi perbankan di NTB masih baik. Artinya bila melihat indikator perkembangan perbankan di NTB masih cukup bagus.

Pihak perbankan sendiri meyakini pertumbuhan kredit akan membaik di bulan-bulan berikutnya. Pertumbuhan kredit akan terdorong oleh permintaan akan kredit baru dari sektor konstruksi. Hal ini sejalan dengan banyaknya proyek pembangunan baik dilakukan pemerintah maupun swasta. Termasuk juga proyek yang masuk ke daerah NTB. a�?Dari sisi permodalannya juga perbankan NTB cukup baik,a�? tandasnya. (nur/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *