Ketik disini

Praya

Damkar Rusak, Kebakaran Mengintai Warga

Bagikan

PRAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah (Loteng) mengeluhkan kondisi mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) yang dimiliknya. Mobil penjinak api tersebut tidak bisa optimal mengatasi bencana kebakaran yang sewaktu-waktu terjadi. Pasalnya, dari enam damkar yang ada, hanya tiga yang berfungsi. Itu pun dua diantaranya kondisi tua.

a�?Kami sudah mengajukan dana perbaikan tiga damkar itu ke bagian aset. Insya Allah di APBD perubahan ini direalisasikan,a�? kata kepala BPBD Loteng, Lalu Nurpuri, kemarinA�(21/6).

Hanya saja dari tiga damkar itu juga, satu diantaranya membutuhkan biaya perbaikan besar. Sehingga, pihaknya telah memberi masukan kepada TAPD dan bagian aset untuk meninjau ulang. Karena, sama saja dengan membeli damkar baru.

a�?Konon damkar itu pengadaan di tahun 1980 dan tidak bisa digunakan sama sekali,a�? ujarnya.

Dikatakannya, damkar baru diperoleh tahun 2014 lalu, melalui anggaran daerah senilai Rp 1,5 miliar lebih, dengan kapasitas tampungan air mencapai tiga ribu liter. BPBD pun mengaku berkali-kali mengajukan pengadaan damkar ke pusat. Namun, sampai sekarang belum direalisasikan.

Di satu sisi, ungkap Nurpuri kemampuan anggaran daerah minim. Di sisi lain, kebutuhan operasional yang dimaksud cukup mendesak. Sementara, bencana kebakaran di Gumi Tatas Tuhu Trasna menjadi cerita biasa. Sehingga, tidak jarang bencana itu meluluhlantahkan bangunan yang ada lantaran tidak maksimalnya operasional.

a�?Kita sangat berharap, enam damkar ini dalam kondisi baik semua. Paling tidak perhitunganya adalah, satu damkar bisa membackup dua kecamatan,a�? ujarnya.

Yang tidak kalah pentingnya juga, tambah Nurpuri tandon (penampung) air. Selama ini, stok air untuk kebutuhan penanggulangan bencana kebakaran di ambil dari bendungan Batujai dan lokasi lainnya. Seharusnya, setiap kecamatan tersedia tandon air.

a�?Kalau personil PMK kita cukup. Jumlah mereka 32 orang dan mereka stanbay 24 jam dengan sistem piket,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Aset Setda Loteng H Muhammad membeberkan dari usulan tiga perbaikan damkar BPBD, hanya dua yang dikabulkan. Itu pun penganggarannya tergantung dewan, apakah diterima atau tidak.

a�?Diusulan kami ke TAPD dan dewan, kalau bisa dua damkar itu diperbaiki total. Sehingga, menjadi layak,a�? ujarnya.

Sedangkan satu unit lainnya, kata Muhammad diharapkan BPBD melakukan lobi anggaran ke pusat. a�?Tolong aset bergerak itu dirawat, jangan disuruh bekerja saja,a�? sindirnya.(dss/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *