Ketik disini

Tanjung

Dari Yang Sekedar Senang-Senang, Hingga Taruhan

Bagikan

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Hampir semua orang ingin mengisi Ramadan dengan kegiatan yang penuh amalan. Namun tidak sedikit juga yang melakukan kegiatan yang justru bisa mengganggu kenyamanan orang lain seperti balap liar.

***

SELEPAS salat tarawih ratusan warga tampak memadati jalanan yang terletak di Dusun Nipah, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Beberapa motor mulai dari jenis bebek hingga motor sport terlihat di lokasi. Pengendarannya pun sesekali menggeber tunggangannya hingga terdengar suara bising dari knalpot a�?a��blombongana��a�� yang digunakan. Rupanya di ruas jalan penghubung Pemenang-Senggigi tersebut setiap malam sering dijadikan lokasi balap liar.

a�?Setiap malam habis tarawih pasti disini ramai, apalagi kalau malam minggu,a�? ujar Zainudin salah seorang warga.

Pantauan koran ini, ratusan orang mulai dari dewasa hingga anak-anak datang menyaksikan pertunjukan yang bisa membahayakan penontonnya tersebut. Dua motor yang akan berlomba bersiap di garis start . Selepas aba-aba dua kuda besi itu langsung melesat bersama penunggangnya. Melaju menyisakan polusi dan ancaman keselamatan bagi si joki (pebalap, Red) dan para pengguna jalan lainnya.

a�?Sebenarnya ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan lainnya. Ini saja kalau balapan mau dimulai pengguna jalan yang lewat distop dulu,a�? kata Zainudin.

Sementara itu, salah seorang pelaku balap liar Arman, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan hampir setiap malam. Namun pada hari-hari tertentu yakni Jumat dan Sabtu malam, pesertanya lebih banyak . Bahkan pada malam-malam itu, pelaku balapan tidak hanya dari Lombok Utara. Namun juga diminati joki dari wilayah lain.

a�?Banyak juga yang dari Mataram sama Gunung Sari ikut balapan disini,a�? ujarnya.

Ditambahkannya, balap liar ini juga kerap dijadikan ajang perjudian oleh para joki. Untuk taruhan jumlahnya bervariasi. Para joki dari luar Lombok Utara biasanya memasang taruhan sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 Juta. Sedangkan dari a�?a��tribuna��a�� penonton biasanya taruhan kecil-kecilan mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.

a�?Tapi ada juga yang ikut balapan cuma senang-senang aja,a�? ungkapnya.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu pengguna jalan lain yang kebetulan melintas. Apalagi daerah tersebut merupakan akses yang sering digunakan wisatawan baik dari Lombok Utara ke Senggigi maupun sebaliknya.

a�?a��Kalau bisa polisi dan pemerintah razia disini. Jangan sampai ada korban baru bergerak,a�? cetus Zainudin.

Kalau perlu, tambah Arman, Pemkab membuatkan arena semacam sirkuit yang bisa digunakan anak-anak muda ini menyalurkan hobi balapan. a�?a��Kalau ada tempat khusus, saya rasa balap liar pasti akan berkurang,a�? katanya.

Sementara itu, Pemkab Lombok Utara beberapa waktu lalu menegaskan akan melakukan penertiban balap tersebut. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Lombok Utara, Anding Duwi Cahyadi mengatakan balapan ini memang selalu ada setiap bulan puasa. Namun pihaknya mengaku kesulitan dalam melakukan penertiban maupun razia karena keterbatasan personil. Jumlah anggota yang datang tidak sebanding dengan jumlah massa yang ada di lokasi balapan.

a�?Kita akan koordinasi dengan kepolisian dan provinsi. Kalau memang kurang kita minta backup dari provinsi,a�? tandasnya.

Ditempat terpisah, Kapolsek Pemenang, Iptu Dewa Made Oka Supartha mengatakan pihaknya tidak tinggal diam dengan balap liar tersebut. Menurutnya polisi selalu turun melakukan patroli setiap malam selama puasa untuk mencegah balap liar. Namun pada saat tiba di lokasi, para pelaku memilih diam dan hanya nongkrong saja. Tetapi ketika patroli polisi sudah selesai, para joki tersebut kembali beraksi.

a�?Kita akan koordinasi dengan Polres Persiapan Lombok Utara. Karena kalau dari segi personel kami memang masih sangat terbatas,a�? pungkasnya. (PUJO NUGROHO)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *