Ketik disini

Selong

Kasihan, Petani Jerowaru Berjuang Sendiri

Bagikan

SELONG – Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, petani di Jerowaru kini sudah mulai berjuang keras menghadapi alam. Hujan yang jarang turun memaksa mereka memutar otak untuk bisa memanfaatkan lahan pertanian yang sebenarnya cukup luas .

a�?Ini baru mulai, tambah lama sampai akhir tahun akan semakin parah,a�? kata L Ahmad Zulkifli, Camat Jerowaru.

Rencana pengaliran air dari Dam Pandanduri hingga kini belum juga terlaksana. Menurutnya mereka harus menunggu satu hingga dua tahun kedepan untuk bisa menikmati aliran air tersebut. Karena itu, petani mengandalkan embung-embung kecil yang tersebar di kawasan tersebut. Sayangnya karena keterbatasan debit air yang bisa di tampung embung-embung tersebut, petani harus berupaya keras mengatur pemanfaatannya.

a�?a��Kalau embung ini dipaksakan, bulan depan sudah habis airnya,a�? jelasnya lagi.

Ruslan, petani sekitar mengatakan biasanya tengah tahun seperti kini mereka akan memaksimalkan tanaman-tanaman yang tak banyak memerlukan air. Jagung dan tembakau menjadi dua contoh yang biasa ditanam petani sekitar. Namun tetap saja hasilnya tak maksimal karena kandungan air yang ada dalam tanah sudah sangat terbatas. Bahkan, khusus untuk tembakau, kualitas yang dihasilkan tak sebaik daerah lain di Lombok Timur.

a�?a��Mudahan Pandanduri bisa segera ngalir kesini,a�? katanya berharap.

Seperti diperkirakan sebelumnya, tingkat kekeringan tahun ini akan lebih hebat dibanding tahun sebelumnya. Hal itu dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Lotim, H Nafsi yang menyebutkan Jerowaru menjadi salah satu yang terparah. Kontur tanah dan sulitnya menemukan sumber mata air menjadi alasan.

a�?a��Delapan kecamatan yang diserang dan Jerowaru memang yang paling kering,a�? katanya singkat. (yuk/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *