Ketik disini

Headline Politika

Manuver Banteng dan Mercy Kejutkan Gerindra

Bagikan

MATARAM – Partai Gerindra yang menguasai enam kursi di DPRD Mataram mulai kebingungan setelah Partai Demokrat dan PDI Perjuangan berkoalisi. Koalisi PDI Perjuangan dengan lima kursi dengan Partai Demokrat empat kursi sudah cukup mengusung bakal calon kepala daerah di Kota Mataram.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB H Willgo Zainar kepada wartawan mengatakan Partai Gerindra akan segera menentukan sikap politik. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya masih tetap pada pendiriannya untuk mengusung bakal calon kepala daerah dari internal partainya.

a�?Segera akan menentukan sikap politik untuk pilkada Mataram,a�? kata Willgo kepada wartawan di Mataram kemarinA�(21/6).

Partai besutan Prabowo Subianto itu berharap partai yang belum menentukan sikap politiknya diajak berkoalisi. Meskipun menguasai enam kursi di DPRD Kota Mataram, namun Gerindra tetap membutuhkan koalisi partai politik minimal yang memperoleh dua kursi untuk mengusung kandidat.

Saat ini delapan partai politik di Mataram masing-masing sudah memiliki sikap politik. Terakhir, Partai Demokrat yang sudah memiliki Kasdiono memutuskan berkoalisi dengan PDI Perjuangan yang memasang nama H Rosiady Sayuti. Sedangkan PKS, Partai Nasdem, PKPI, Hanura, PKB, dan PAN sudah mengarahkan dukungannya kepada pasangan Ahyar Abduha��Mohan Roliskana.

Sementara nasib Partai Golkar dan PPP hingga saat ini masih belum jelas. Kedua partai itu masih terbentur Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang pencalonan. Jika nantinya kedua partai itu tidak dapat mengusung bakal calon, tentu tinggal Partai Gerindra yang harus segera menentukan pilihan. a�?Kita belum menentukan sikap apakah akan ada opsi ketiga atau seperti apa,a�? tandas Willgo.

Dukungan PDI Perjuangan terhadap Rosiadi Sayuti itu mulai dipertanyakan. Pasalnya, saat proses uji kelayakan dan kepatutan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB itu tidak terlibat. PDI Perjuangan sejak awal selalu berkoar-kora jika bakal calon kada yang mendapat dukungan partai harus melalui fit and propertest dan terdaftar sebagai bakal calon kepala daerah di PDI Perjuangan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram I Wayan Sugiartha mengatakan pihaknya tetap berpedoman pada mekanisme internal partai. Dia membenarkan jika PDI Perjuangan akan mendukung Rosyadi Sayuti pada pilkada Mataram.

Hanya saja, masih menunggu rekomendasi DPP PDI Perjuangan. Selain membuka pendaftaran bakal calon. “Ini merupakan hasil komunikasi politik dengan Partai Demokrat. Kami menuggu rekomendasi dari DPP,” ungkap Sugiartha.

Harapan munculnya bakal calon kepala daerah alternatif pun masih terbuka. Lagipula hingga saat ini Kejaksaan Negeri NTB belum mengeluarkan pernyataan terkait masukan dari Partai Nasdem.

Beberapa waktu lalu, Partai Nasdem menyampaikan semua bakal calon kepala daerah yang diusungnya untuk diferivikasi oleh kejaksaan. Termasuk pasangan Ahyar Abduh a�� Mohan Roliskana.

Sekretaris DPW Efendi menegaskan partainya akan mencoret bakal calon kepala daerah yang terindikasi tersangkut kasus hukum. Hanya saja, menurut dia Kejaksaan Negeri di Mataram mengisyaratkan bahwa seluruh bakal calon kadanya bersih dari masalah hukum. (tan/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *