Ketik disini

Opini

Peran Mahasiswa dalam Mendukung Ekonomi Kreatif

Bagikan

Ekonomi kreatif adalah sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi yang utama (wikipedia). Ekonomi kreatif kini seolah menjadi denyut nadi perekonomian Indonesia, yang dalam perkembangannya harus memanfaatkan kemampuan kreativitas dari cipta, rasa, dan karsa sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang besar.

Pada susunan Kabinet Indonesia Bersatu II pemerintah telah menaikan ekonomi kreatif ke level kementrian. Lantas apa sebenarnya yang menjadi tujuan dari ekonomi kreatif tersebut? Ekonomi kreatif memiliki beberapa tujuan yang harus dicapai, diantaranya seperti menumbuh dan mengembangkan kreativitas rakyat, membantu mengurangi jumlah pengangguran serta dapat menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan baru.

Untuk mendukung terwujudnya tujuan ekonomi kreatif tersebut, banyak jalan yang bisa ditempuh oleh para pelakunya. Bagaimana tidak, ada beberapa sub sektor industri kreatif di Indonesia yang telah dipetakan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia, yaitu seperti periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fashion, video, film, fotografi, musik, kuliner, dsb, oleh karenanya setiap pelaku dapat menggeluti satu bahkan lebih dari setiap sub sektor yang ada.

Telah disebutkan diawal bahwa salah satu tujuan dari ekonomi kreatif adalah untuk mengurangi jumlah pengangguran. Tampaknya realisasi daritujuan tersebut menunjukan hasil yang baik, karena data statistik ekonomi kreatif menunjukan pertumbuhan jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif di indonesia adalah sebesar 3.702.447 orang dengan tingkat pertumbuhan jumlah tenaga kerja pertahunnya 8,10 persen.

Data lain juga menunjukan bahwa ekonomi kreatif telah mampu memberikan pertumbuhan angka yang cukup baik terhadap nilai Product Domestic Bruto (PDB) Indonesia, yaitu mencapai Rp 642 triliun, atau 7 persen dari angka nasional.

Jumlah nilai ekspor pun tak ingin kalah dalam menunjukan perkembangannya akibat dari adanya ekonomi kreatif ini. Nilai sebesar Rp 45.131.947 juta telah berhasil dicapai, dengan pertumbuhan rata-rata 13,16 persen pertahunnya. Sedangkan pertumbuhan perusahaan terhadap total perusahaan nasional adalah 7.94 persen, dengan pertumbuhan per tahun dari tahun 2002-2006 adalah 7,70 persen. Dan sub-sektor ekonomi kreatif yang memberikan sumbangan yang terbesar adalah kuliner dan fashion dengan nilai masing-masing Rp 209 triliun (32,5 persen) dan Rp 182 triliun (28,3 persen).

Keberadaan ekonomi kreatif di Indonesia memang telah banyak memberikan kontribusi positif, namun hal itu tak berarti bahwa dalam perkembangannya berjalan tanpa masalah, hal ini dikarenakan oleh pencapaian-pencapaian positif diatas masih belum dapat mewakili apa yang sebenarnya diharapkan, sebut saja seperti pertumbuhan PDB, target sebenarnya adalah 7,3 persen namun yang berhasil diraih hanya sebatas 7 persen.

Masalah lain yang juga ditemui adalah kurang tertariknya masyarakat terhadap produk asli Indonesia dan masalah terkait sosialisasi. Kurangnya sosialisasi sepertinya merupakan cikal bakal dari munculnya masalah-masalah yang lain. Dari beberapa sumber disebutkan bahwa masih banyak masyarakat awam, pelaku seni atau bahkan orang-orang dengan tingkat pendidikan yang cukup baik yang belum mengerti apa sebenarnya ekonomi kreatif tersebut.

Dalam hal ini, pihak yang seharusnya turun tangan mengatasi masalah yang ada adalah pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif itu sendiri. Mereka harus mampu membuat gebrakan dan strategi baru agar target perekonomiannya tercapai, harus mampu mempengaruhi masyarakat agar bisa mencintai produk dalam negeri serta tentu saja, memberikan sosialisasi.

Namun jangan khawatir, pemerintah dan para pelaku ekonomi kreatif itu tidak akan bekerja sendiri. Ada pihak lain yang akan membantu mereka, yaitu mahasiswa. Mahasiswa adalah agen perubahan, pucuk generasi muda, yang memiliki daya kreatifitas tinggi, berilmu pengetahuan luas, bersemangat juang, serta mampu berpikir kritis.

Lantas apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam membantu pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif lainnya? Ada 2 hal yang bisa dilakukan oleh sang agen perubahan ini, yaitu sebagai pemberi sosialisasi dan pemberi lapangan pekerjaan.

Telah disebutkan di atas bahwa mahasiswa adalah orang-orang dengan ilmu pengetahuan luas, tentu saja akan dengan mudah bagi mereka untuk memahami dengan cepat apa itu sebenarnya ekonomi kreatif. Mereka dapat memulai langkahnya dari hal-hal kecil yaitu dengan ikut membantu mensosialisasikan ekonomi kreatif kepada teman ataupun masyarakat umum yang memang belum mengerti.

Mahasiswa dapat menggunakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai kesempatan untuk bersosialisasi, atau bahkan memberikan pelatihan. Contoh pelatihan yang dapat diberikan adalah bagaimana menghasilkan karya seni yang baik, yang memiliki daya jual tinggi serta bagaimana strategi untuk memasarkannya.

Tindakan kedua yang dapat dilakukan adalah sebagai pemberi kerja. Dalam hal ini mahasiswa harus terlebih dahulu merubah paradigmanya, yaitu kuliah semata-mata bukan hanya untuk mencari kerja namun mereka juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, pekerjaan bagi mereka sendiri dan juga bagi orang lain.

Dengan daya kreativitas dan semangat juang tinggi yang dimiliki oleh mahasiswa, pastinya mereka akan mampu menciptkan suatu lapangan pekerjaan baru, dapat menjadi wirausaha muda dan membuka usaha yang berawal dari ide-ide brilian nan orisinil, mereka pastinya dapat melihat setiap peluang yang ada.

Dengan kehadiran mahasiswa sebagai pemberi kerja tersebut, tentunya akan banyak manfaat yang bisa dihasilkan, seperti dapat menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran, sebagai sumber penciptaan dan perluasan kesempatan kerja, pelaksana embangunan bangsa dan Negara, menambah pengalaman. Serta bisnis yang telah dijalankan tersebut dapat diwariskan kepada orang lain, sehingga akan menciptakan rantai usaha yang berkesinambungan.

Dari beberapa peran yang bisa diberikanoleh mahasiswa tersebut, besarharapanbahwa manfaat yang juga dapat dihasilkan adalah mampu membantu peningkatan PDB agar dapat mencapai target yang diinginkan pada tahun-tahun selanjutnya. Serta mahasiswa dapat menjadi pionir-pionir dalam praktek ekonomi bangsa yang dapat diandalkan.

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *