Ketik disini

Praya

Danrem: Lanjutkan Program Swasembada Pangan

Bagikan

PRAYA – Kodim 1620/Lombok Tengah mengalami pergantian kepemimpinan. Komandan sebelumnya Letkol Inf. Gatot Heru Buana diganti Letkol Inf. Ari Tri Hadianto.

Proses serah terima jabatan dan pisah kenal, dilaksanakan di alun-alun Tastura, dipimpin langsung Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI. Lalu Rudy Irham Srigede.

Dalam amanahnya, Rudy menekankan agar Dandim baru melanjutkan program yang telah dilaksanakan Dandim sebelumnya. Yaitu peningkatan swasembada pangan. a�?Ini salah satunya yang saya anggap penting, untuk diperhatikan dan dilaksanakan,a�? katanya, saat memimpin apel bendara serah terima jabatan.

Orang nomor satu di korps TNI Gumi Gora itu memasang target 100 ribu ton gabah kering giling atau beras milik petani, yang wajib dibeli setiap Kodim seluruh kabupaten/kota di NTB. Dengan catatan, di luar harga pembelian pemerintah (HPP). a�?Batas kebijakan ini saya berikan sampai Agustus mendatang. Jadi, tidak ada terlambat,a�? tegas Rudy.

Keputusan itu, kata Rudy, dijalankan dalam rangka swasembada pangan bekerja sama dengan Bulog. TNI dalam hal ini hanya bertugas membantu Bulog, mengumpulkan gabah kering giling atau beras petani, lalu didrop kembali ke setiap gudag Bulog yang tersebar di seluruh kabupetan/kota di NTB. Sehingga, secara langsung meniadakan sistem penggunaan pihak ketiga, yang dianggap merugikan petani.

Yang lebih penting lagi, lanjut Rudy, HPP yang diberikan di luar ketentuan Bulog. Namun, anggarannya tetap dari Bulog. Cara itu, menurut Rudy, akan meningkatkan harga produktivitas pertanian. a�?Kalau HPP Bulog Rp 3.700 per kilogram, kita memberikan harga lebih. Mau tidak mau, Bulog harus melaksanakannya,a�? ujarnya.

Diakuinya, Bulog sempat menolak kebijakan yang dimaksud. Sehingga, TNI menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan milik negara PT Petrosida anak perusahaan dari PT Petrokimia Gresik dan terkumpul gabah kering giling serta beras sebanyak 300 ribu ton. a�?Seiring perkembangan waktu, Bulog pun menyerah dan mau diajak kerja sama,a�? kata pria kelahiran Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

Rudy menekankan TNI tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari kebijakan tersebut. Kecuali, ingin melihat adanya peningkatan pendapatan petani dan menjaga ketahanan pangan. a�?Namun, TNI tidak boleh memaksa. Kalau petani tidak mau menjual, maka cari petani lain,a�? serunya.

Dia memandang, jika dari 998 Babinsa di seluruh kabupaten/kota di NTB ini masing-masing mengakomodir 10 ton saja, maka sudah melampaui target. Belum, dari Koramil dan Kodim. a�?Dengan catatan, gabah kering giling dan beras yang dimaksud berkualitas. Jangan sembarangan membeli,a�? ujar Rudy.

Untuk gabah yang baru dipanen, menurut Rudy, terdapat kandungan air mencapai 25 persen dan kekotoran 5 persen. Sedangkan gabah kering giling kandungan air mencapai 14 persen dan kekotoran 2-3 persen. a�?Alat untuk mengukur kadar air dan kualitas besar, kita siapkan di masing-masing Koramil. Tolong digunakan sebaik-baiknya, dan jangan lupa koordinasi dengan gudang Bulog setempat,a�? serunya lagi.

Melalui kesempatan itu juga, pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dandim lama Letkol Inf. Gatot Heru Buana, yang kini menjabat sebagai komando pendidikan latihan angkatan darat (Kodiklat) Bandung. Begitu pula, Letkol Inf. Ari Tri Hadianto yang sebelumnya menjabat Komando Scaba Rintam II Sriwijaya.

a�?Sekali lagi, lanjutkan hal positif yang ditinggalkan pejabat sebelumnya. Jalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,a�? cetus Rudy.(dss)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *