Ketik disini

Selong

Distanak Bantah Pegawainya Ditangkap

Bagikan

SELONG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Lombok Timur (Lotim) membantah kabar yang menyebutkan ada pegawainya terjaring razia Badan Narkotika Nasional (BNN). Penegasan itu disampaikan Sekretaris Dinas (Sekdis) Distanak, Suhairi menanggapi kabar adanya staf Distanak Lotim yangterjaring razia BNN di Mataram beberapa waktu lalu.

a�?a��Tidak benar yang diberitakan itu,a�? katanya membantah apa yang dimuat oleh salah satu media.

Mendengar pemberitaan itu, ia mengaku terkejut. Saat itu juga, ia mengaku melakukan pengecekan langsung ke semua karyawan. Menurutnya oknum berinisial IH yang disebut-sebut tertangkap dalam razia yang dilakukan di BNN di Mataram bukan bawahannya.

a�?a��Ada yang inisialnya mirip, tapi setelah saya cek, dia tetap ngantor, berarti kan bukan,a�? jelasnya.

Jikapun benar terbukti positif mengkonsumsi narkoba, ia menduga IH yang dimaksud merupakan pegawai instansi lain. Dugaan pertama ialah yang bersangkutan sembarangan mencatut nama Distanak Lotim. Kemungkinan selanjutnya, memang bekerja di bidang pertanian namun tidak berada di bawah koordinasi Distanak Lotim.

Di Gumi Selaparang memang ada beberapa SKPD yang mengurusi masalah pangan, semisal Badan Penyuluh Pertanian Perikanan Perkebunan Kehutanan (BP4K), Badan Ketahanan Pangan (BKP), ataupun Dinas Kehutanan dan Perkebunan.
a�?Kalau di sini fix tidak ada,a�?tegasnya.

Terpisah, Kepala BKD Lotim H Najamudin mengatakan hingga kini juga belum mengetahui persis siapa yang dimaksud. Ia secara khusus sudah menghubungi sejumlah instansi, namun belum mendapat kejelasan ada tidaknya staf yang tertangkap BNN. Karena itu pihaknya masih terus menunggu siapa okum PNS yang dimaksud. Jika benar terbukti, sanksi berat dipastikan siap dijatuhkan. Namun terkait sanksi juga harus menunggu kepastian hukum. Apakah pelaku merupakan penyalahguna atau pengedar.

a�?Kalaupun tak terbukti, dia tetap salah karena berada di tempat yang tak pantas,a�? ujarnya.

Jika terbukti, sejumlah sanksi yang mungkin diberikan mulai dari penundaan kenaikan pangkat hingga yang terberat pemberhentian dengan tidak hormat.
a�?Nanti saya minta kabid saya perdalam itu, sekarang kami mau cari dulu siapa ini orangnya,a�? pungkas Najamudin. (yuk/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *