Ketik disini

Kriminal

Kekalik Masuk Zona Merah Curanmor

Bagikan

MATARAM – Peningkatan pelaku kriminal saat Ramadan membuat sejumlah daerah masuk kategori rawan. Parahnya, semakin ditangkap, jumlah pelaku kriminal justru semakin banyak.

“Memang kita akui pelaku kejahatan semakin banyak di bulan puasa, dan memang terjadi setiap tahun,” kata Mantan Kapolsek Ampenan Kompol Arief Yuswanto.

Pria yang baru melepaskan jabatannya sebagai Kapolsek pagi kemarin tersebut mengungkapkan, polsek Ampenan khususnya, selalu melakukan pencegahan terkait kerawanan di wilayahnya.

Diakui, pihaknya memang harus lebih memutar otak untuk pencegahan maupun penindakkan terhadap para pelaku kriminal. “Kita harus selangkah di depan. Jangan sampai para pelaku kejahatan lebih cerdik,” kata Kapolsek Ampenan Kompol Arief Yuswanto.

Ia sudah memetakan setiap daerah yang menjadi titik rawan tindakkan kriminal. Dengan membentuk tim Krim Serse, setiap anggota tim ditugaskan memantau daerah-daerah strategis untuk para pelaku melancarkan aksinya.

Dan strategi tersebut bebarapa kali terbukti membuahkan hasil. Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dua orang dari Tiga kawanan jambret harus berjalan pincang setelah timah panas menembus kakinya. Hal itu disebabkan karena aksi kejar kejaran yang terjadi saat polisi berusaha menangkap mereka.

Kemudian beberapa hari sebelumnya penangkapan juga dilakukan di wilayah Pejeruk dan Pejarakkan. Banyak kejadian yang terjadi di daerah tersebut. Tiga remaja ditangkap setelah mengambil laptop milik salah seorang warga yang sedang tertidur. Bahkan dua diantaranya berjenis kelamin perempuan.

Dua peristiwa tersebut hanya sebagian dari sejumlah kasus yang terjadi di wilayah Ampenan. Dan dari banyaknya kasus tersebut, Arief juga mengimbau pada masyarakat agar lebih berhati hati pada jam-jam rawan.

“Jam rawannya sekitar pukul 06.00 sampai 08.00 rawan curas dan curat, jam 17.00 sampai 21.00 rawan curanmor dan jambret, jam 01.00 sampai 06.00 juga patut diwaspadai khususnya jam 04.00 dinihari.

Disebutnya, Lingkar Selatan adalah tempat yang memiliki tingkat kerawanan paling tinggi pada malam hari. Hal tersebut dikarenakan, jalan tersebut adalah jalur utama bebas hambatan, ditambah lagi dengan keadaannya yang sepi.“Jambret atau curanmor bisa melarikan diri dengan cepat disana,” cetusnya.

Selain itu, lanjutnya, Kekalik memasukki zona merah dalam hal curanmor. Sedangkan Pejeruk, dan Pejarakan adalah wilayah yang dominan disinggahi pelaku curas dan curat. “Jempong dan Mapak itu daerah konflik yang melibatkan masyarakat atau kelompok,” tandasnya. (cr-van/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *