Ketik disini

Praya

Loteng Benahi Infrastruktur Pariwisata

Bagikan

PRAYA – Seiring penerapan kebijakan peningkatan keamanan destinasi wisata oleh Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng), Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat jemput bola. Mereka akan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas, sarana dan prasarana pendukung pariwisata.

“Kebijakan itu diberlakukan di sejumlah destinasi wisata di wilayah selatan dan utara Loteng,” kata kepala Dinas PU Loteng, HL Rasyidi pada Lombok Post.

Untuk wilayah utara, beber Rasyidi, akses jalan Aik Bukak-Sekedeng sepanjang 1,5 kilometer (km) diperlebar. Akses jalan itu mengarah pada sejumlah destinasi wisata alam pemandian, air terjun maupun pengunungan.

Begitu pula, Aik Berik dan sekitarnya. Termasuk, berkoordinasi dengan Dinas Kabudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat dalam rangka membangun kamar mandi, kamar ganti pakaian, jaringan listrik, air bersih dan sebagainya.

Di wilayah selatan, lanjut Rasyidi ada akses jalan Kuta-Pongos sepanjang 1 km yang diperlebar. Awalnya 3,5 meter kini menjadi 6 meter. Di obyek wisata andalan Gumi Tatas Tuhu Trasna itu juga, disiapkan fasilitas musala, kamar mandi, berugak dan area parkir kendaraan dibangun Disbudpar.

Kendati akses jalan itu masuk kawasan Mandalika Resort, namun kata Rasyidi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berkepentingan meningkatkannya. Karena, jalan itu menjadi satu-satunya akses yang dilalui wisatawan lokal, nusantara dan asing melihat langsung panorama laut pantai Kuta dan sekitarnya.

“Kalau kita tunggu ITDC tentu bakal lama. Jadi, kita kerjakan seadanya dulu,” ujar Rasyidi yang juga ketua kwarcab Gerakan Pramuka Loteng tersebut.

Setelah ITDC bergerak, kata Rasyidi tentu infrastruktur jalan di wilayah selatan itu dipastikan mantap semua.

“Setiap infrastruktur jalan yang rusak baik berlubang maupun retak tentu langsung diperbaiki perusahaan. Karena, mereka terikat kontrak masa perbaikan selama enam bulan, setelah pengerjaan. Setelah itu, menjadi urusan pemerintah,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini Dinas PU sedang menangani pemeliharaan jalan sebanyak 69 ruas yang tersebar di seluruh Loteng, dengan anggaran Rp 2,5 miliar lebih. Minimnya anggaran daerah, ungkap Rasyidi membuat pemkab mengajukan peningkatan status jalan dari kabupaten menjadi provinsi.

Ada empat jalan yang diusulkan ditingkatkan statusnya yaitu ruas jalan Batunyale-Sengkol, Motong Gamang-Janapria, dan Janapria-Ganti, serta Pancor Dao-Seganteng. Jika itu terwujud, tambah Rasyidi maka pemkab bisa memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan lain, termasuk penyiapan fasilitas, sarana dan prasarana pendukung.

“Selain domain promosi pariwisata, tentu kami melakukan penataan di sejumlah destinasi wisata. Tujuannya, agar wisatawan merasa nyaman dan aman,” sambung kepala Dinas Budpar Loteng HL Muhammad Putrie.

Sebagai gambaran, ungkap Putrie ditahun 2013 lalu jumlah wisatawan menginap saja sebanyak 50 ribu orang lebih. Di tahun 2014 meningkat menjadi 70 ribu orang lebih atau melampaui target yang disiapkan 60 ribu orang lebih.

“Itu hitungan mereka yang menginap saja. Belum yang berkunjung. Sementara, ditahun 2015 ini Insya Allah harus lebih dari tahun 2014 lalu,” ujarnya.

Lama tinggal, terang Putrie yang semula 2,1 hari, meningkat 4 hari lebih. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan PDRB dari pariwisata mencapai 13,6 persen atau diatas rata-rata nasional dan tertinggi di NTB.

“Faktor peningkatan itu karena adanya BIL. Bagaimana kalau Mandalika Resort jadi dibangun,” katanya.

Menurutnya, obyek wisata di Bali mulai jenuh, sehingga pilihan terakhir adalah Pulau Lombok. Khususnya, Loteng. Atas dasar itulah, pihaknya berupaya menggandeng aparat TNI dan Polri, guna bersama-sama memberikan jaminan keamanan kepada wisatawan.

“Kalau aman, maka kunjungan wisatawan meningkat. Begitu pula sebaliknya. Mohon dukungan masyarakat,” seru salah satu tokoh terpandang di wilayah selatan tersebut.(dss/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *