Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Tingkat Kepuasan Wisatawan Mencapai 78 Persen

Bagikan

MATARAM – Bank Indonesia KPw NTB melihat NTB memiliki peluang di pariwisata. Bahkan bila pariwisata terus dibenahi, maka akan bisa menggerakkan ekonomi NTB.

a�?Pariwisata ini merupakan salah satu potensi yang dimiliki NTB,a�? kata Kepala BI NTB, Prijono.

Berdasarkan survey BI NTB, rata-rata tingkat kepuasan wisatawan yang berkunjung ke Lombok mencapai 78 persen. Tingkat kepuasan wisatawan mancanegara mencapai 82 persen, sedangkan tingkat kepuasan wisatawan domestik yang sebesar 73 persen.

Sejalan dengan tingkat kepuasan tersebut, sebanyak 98 persen wisatawan yang berkunjung di Pulau Lombok akan merekomendasikan kepada orang lain untuk mengunjungi Pulau Lombok. Selain itu, sebanyak 95 persen wisatawan yang berkunjung berencana akan kembali lagi untuk berwisata ke Pulau Lombok. Sebanyak 44 persen wisatawan memperoleh informasi mengenai pariwisata Pulau Lombok dari temannya, dan 37 persen memperoleh dari internet.

Ia menjelaskan perkembangan pariwisata di Provinsi NTB, yang tercermin dari kategori penyediaan akomodiasi makan minum dan kategori transportasi, menunjukan adanya perlambatan pertumbuhan pada triwulan I 2015. Jumlah kunjungan wisatawan dari dan menuju Provinsi NTB menunjukkan adanya penurunan pada triwulan I 2015 dibandingkan triwulan I 2014. Dilihat dari tingkat kunjungan di bandara, untuk triwulan I 2015 tingkat kunjungan menurun 3,02 persen (yoy).

a�?Penurunan ini terkait tren kunjungan wisatawan yang cenderung menurun, baik wisatawan domestik maupun internasional, setelah mencapai puncaknya pada akhir tahun 2014,a�? terangnya.

Pariwisata merupakan hal yang cukup melekat pada Provinsi NTB. Pariwisata memiliki potensi yang cukup besar sebagai salah satu sektor unggulan yang dapat menopang perekonomian daerah.
Sejauh ini, kontribusi sektor pariwisata terhadap perkembangan perekonomian NTB belum signifikan. Hal tersebut tercermin dari kontribusi kategori penyediaan akomodasi makan dan minum serta kategori transportasi dan pergudangan yang hanya memberikan 11 persen terhadap PDRB Provinsi NTB. Namun, kontribusi tersebut setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.
a�?Ini berbeda dengan kontribusi kategori pertanian yang cenderung stagnan. Serta pertambangan yang cenderung fluktuatif dan menurun,a�? tuturnya.

Dalam rangka meningkatkan daya saing pariwisata NTB, perlu peningkatan kebersihan dan fasilitas pariwisata pada destinasi-destinasi wisata khususnya di Pulau Lombok. Selain itu perlu adanya upaya menjaga kelestarian alam, karena keindahan alam merupakan aspek utama keunggulan pariwisata di Lombok. Gili Trawangan merupakan destinasi wisata yang dipandang paling baik oleh para wisatawan, dari sisi attractiveness (daya tarik), akses transportasi, infrastruktur publik, fasilitas publik, fasilitas pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan penilaian secara umum. Namun, untuk destinasi-desitnasi wisata yang lain masih perlu dilakukannya perbaikan utamanya pada aspek akses transportasi, infrastruktur publik, fasilitas publik, fasilitas pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat. Dilihat dari 7 aspek yang menjadi fokus pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), dan penilaian wisatawan terhadap daya saing masing-masing aspek tersebut, terlihat bahwa aspek attractiveness (daya tarik) menjadi aspek dengan nilai tertinggi dibandingkan 6 aspek yang lainnya. Sedangkan aspek fasilitas publik menjadi aspek dengan nilai terendah. Upaya peningkatan kualitas destinasi pariwisata terutama dari sisi fasilitas publik tersebut diperkirakan akan berdampak postif terhadap promosi wisata Lombok.

a�?Sehingga ke depan pembangunan dan pemeliharaan fasilitas publik yang mendukung pariwisata harus ditingkatkan untuk mendorong kemajuan pariwisata di Pulau Lombok,a�? tandasnya. (nur/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys