Ketik disini

Giri Menang Headline

Warga Dusun Senggigi Kehausan

Bagikan

GIRI MENANG – Kekeringan mulai melanda bagian utara Lombok Barat (Lobar). Warga RT 05 Dusun Senggigi, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar termasuk di antaranya yang kekurangan air bersih.

Air PDAM yang melintas pada rumah warga tidak berfungsi sama sekali. Begitu pula dengan bak penampung yang mengandalkan sumber mata air terjun.

Kini, warga dibuat kelabakan mencari air bersih. Mereka harus mengambil air ke tempat lain, yang lebih dekat. Bak penampung yang selama ini berisi air pun kering kerontang.

”Jangan harap ada air jam segini (pukul 13.00 Wita, Red). Nanti subuh baru ngalir,” kata warga RT 05 Dusun Senggigi, Munaam kepada koran ini, kemarin.

Memasuki musim kemarau, warga dibuat pusing. Mereka kesulitan mencari air bersih. Kalaupun ada, mereka harus menunggu hingga malam hari. Sebab, air yang berasal dari bak penampung hanya mengalir sekitar pukul 03.00 Wita.

Menurut Munaam, kekeringan hampir tiap tahun melanda warga Dusun Senggigi, khususnya RT 05. Memasuki musim kemarau seperti ini, masyarakat harus pandai-pandai menampung air.

”Sungai yang melintas di tengah perkampungan ini kering. Jadi kami gak ada sumber air,” ujar dia.

Bantuan pemerintah berupa pipa yang dihubungkan dari atas bak tidak memberikan manfaat. Pipa-pipa itu hanya menghiasi lintasan jalan, karena tidak ada air yang mengalir. ”Memang ada bantuan pemerintah, tapi tidak berguna sekarang. Airnya tidak mengalir,” akunya.

Solusi untuk tetap bertahan dengan kondisi air berkecukupan, aku Munaam, dirinya bersama warga lain harus menunggu hingga subuh. Di samping itu, dirinya menyiapkan pula bak penampung besar. ”Kami tampung air. Kalau tidak begitu, susah dapat,” jelasnya.

Munaam juga dituntut harus berhemat. Dirinya bersama tetangganya harus memanfaatkan air seperlunya. Karena, tidak tiap hari air mengalir dengan deras. ”Ini belum terlalu parah, memasuki Agustus air sama sekali tidak mengalir,” bebernya.

Ia mengungkapkan, dari tahun ke tahun, kesulitan air kerap menghantui warga setempat. Bantuan pipa dari pemerintah belum optimal menangani kekeringan. ”Pipa bantuan terlalu kecil, sehingga debit airnya susah mengalir ke rumah-rumah warga,” katanya.

Munaam berharap pemerintah dapat mengatasi kekeringan yang dialaminya dan warga lainnya. Pemerintah diminta agar membuat sumur bor untuk menunjang kebutuhan air warga setempat. ”Kami harap ada bantuan sumur bor saja,” pintanya.

Kadus Senggigi H Farhan tidak menampik warga di RT 05 kerap dilanda kekeringan tiap tahunnya. Ia mengatakan, PDAM sebenarnya sudah masuk, bahkan pipanya sudah dialiri ke rumah warga. Hanya saja, air yang dibutuhkan masyarakat tidak menetes. ”PDAM sudah ada, tapi tidak mengalir. Pipa paralonnya terlalu kecil mungkin,” katanya kepada Lombok Post, kemarin.

Untuk mengatasi kekeringan itu, Farhan mengaku sudah ada bak penampung. Tapi, di musim kemarau ini, bak tersebut tidak mampu menampung air dalam jumlah banyak. Karena, sumber mata airnya ikut mengering. ”Ada bak airnya, tapi kering kalau musim kemarau seperti ini,” ujar dia.

Ia menambahkan, tahun ini ada bantuan dari pemda berupa sumur bor. Rencananya ada tiga titik yang akan dibangun, terutama di RT 05. Namun, dirinya belum mengetahui pasti kapan realisasinya. ”Kami belum tahu kapan turunnya. Yang jelas, janjinya ada tiga titik tahun ini,” pungkasnya. (jlo/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *