Ketik disini

Giri Menang

Bangunan Wisata Megah, Jalan Kampung Ibarat Sampah

Bagikan

Kawasan wisata Senggigi menawarkan banyak keindahan. Menyedot animo wisatawan penjuru dunia untuk bertandang. Tapi, siapa sangka, di balik gemerlap Senggigi, justru terselip keprihatinan.

***

MEMASUKI Senggigi, mata benar-benar dimanjakan. Bangunan nan megah berjejer rapi sepanjang jalan. Hotel berbintang, aneka hiburan malam, dan SPA menguasai kawasan wisata ternama NTB ini. Belum lagi, vila-vila mewah.

Vila-vila kokoh tumbuh di sela-sela pemukiman warga. Tidak hanya dekat pantai. Vila kini merambah bukit-bukit yang dipenuhi pohon-pohon segara. Para pengusaha menggeruk gunung, lalu menanamnya dengan beton. Bukit Senggigi yang terjal sudah tergantikan dengan bangunan vila yang cantik.

Tapi, siapa sangka, kemegahan bangunan itu belum mampu memberikan kontribusi bagi wilayah setempat. Banyak infrastruktur yang terbaikan. Bahkan, ada juga yang tak terurus.

Perputaran uang dari pajak pendapatan itu rupanya belum menyentuh infrastruktur. Misalkan jalan. Kondisi jalan yang masuk ke perkampungan warga di kawasan wisata itu belum sepenuhnya diperbaiki. Jalan dibiarkan telanjang tanpa diselimuti aspal. Ibarat sampah, jalan perkampungan di kawasan wisata Senggigi, tak pernah diingat.

Keberadaan jalan tanpa aspal itu sudah bertahun-tahun. Jalan berlubang disertai bebatuan kerikil membuat miris. Karena, kondisi jalan yang rusak dan tak beraspal itu tak layak berada ditengah-tengah bangunan megah.

a�?Sudah lama tidak diperbaiki. Lihat saja kondisi jalan sekarang,a�? kata salah seorang warga Dusun Senggigi, Sanusi, kemarin.

Jalan menuju dusun itu sangat buruk. Ketika masuk di tengah impitan bangunan megah, pengendara yang melintas harus berjibaku dengan jalan berlubang. Setengah kilo berjalan, pengendara dihadapkan lagi dengan jalan berdebu dan bebatuan. a�?Sebagian saja yang diaspal. Sisanya belum pernah diperbaiki,a�? terang Sanusi.

Jalan rusak terlihat pula di Dusun Kerandangan. Jalannya banyak yang membentuk kubangan. Padahal, di jalur itu banyak vila yang berdiri. Banyangkan, vila yang ada di Dusun Kerandangan hampir menyentuh angka ratusan.

Cuma, keberadaan usaha penginapan itu tidak mampu membuat jalan mulus.A� Jalan tersebut hanya mengandalkan aspal yang sudah berusia puluhan tahun. a�?Kami sangat berharap ada perbaikan, apalagi di sini banyak wisatawan yang menginap,a�? Zainudin, warga Kerandanga.

Untuk menutupi jalan berlubang ini, sambung dia, warga melakukan gotong royong menimbunnya. Selain itu, warga juga meminta sumbangan pemilik vila dan usaha lain agar membantu perbaikan jalan ini.

a�?Berkat bantuan pengusaha, jalan bisa diperbaiki. Ada yang sumbang uang, ada juga yang bantu material,a�? pungkasnya. Tapi, yang selalu ditanyawakan warga. Pemerintah ada di mana? (Islamuddin/Giri Menang/bersambung)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *