Ketik disini

Headline Praya

Lagi, Turis Ditebas Begal

Bagikan

PRAYA – Ini peringatan bagi aparat keamanan untuk  bekerja lebih keras lagi dalam memburu para begal. Kasus pembegalan kembali terjadi di Dusun Songgong, Desa Sukadana, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng)  Rabu (8/7) malam, kemarin sekitar pukul 17.30 Wita. Korbannya warga asing asal Australia, Jerman dan Swedia. Mereka dihadang di kawasan Mandalika Resort setelah pulang dari berselancar di Gerupuk.

Mereka adalah, Dwyer Patrick Kilvington warga Australia, Kandolf Andres Ferdinat  dari Jerman dan Lenne Charlotta Lofling asal  Swedia. Mereka masing-masing tinggal sementara di Banana Home Stay, Desa Kuta.

“Memang benar ada aksi pembegalan itu. Saya sudah hubungi Kanit Reskirim Polsek Kuta untuk menindaklanjutinya,” kata Kasat Reskrim, Polres Loteng AKP Taufik, kemarin.

Kronologis kejadiannya, terang Taufik saat ketiganya melintasi jalan raya Songgong, tiba-tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dihadang lima orang pelaku. Mereka langsung mengeluarkan senjata tajam jenis parang, golok dan pisau. Namun, ketiga warga asing tak mempedulikannya, mereka dengan kencang menancapkan gas motor.

Sayangnya, dari tiga korban itu satu diantaranya Dwyer Patrick asal Australia dilumpuhkan. Pelaku menebas tangan korban, hingga terjatuh. Pelaku pun dengan leluasa membawa kabur kendaraan korban sembari mengejar dua korban lainnya.

Keduanya, dikejar sampai Dusun Rangkep Desa Kuta. Pelaku pun sempat melempar korban dari kejauhan menggunakan pisau, hingga mengenai Lennea Carlotta . Mengetahui rekannya dibegal, Kandolf berteriak minta tolong, sampai kerumunan warga keluar berhamburan.

Sontak, para pelaku kabur dan tidak membawa kendaraan milik Lennea. Kecuali, motor jenis honda Beat warna putih milik Dwyer. Hingga berita ini diturunkan, Kodim 1620/Loteng langsung ambil bagian membantu polisi mencari tahu pelaku pembegalan yang selama ini meresahkan warga dan wisatawan di wilayah seletan tersebut.

Dandim 1620/Loteng, Arie Tri Haedhianto bersama anggota menyisir lokasi kejadian. Dia menekankan, keamanan di luar dan di dalam obyek wisata harus ditingkatkan. Dengan berbagai macam cara.

“Saya sekarang di lokasi, bertemu masyarakat lingkar Dusun Songgong ingin mencari tahu kronologis dan persembunyian pelaku,” tegasnya yang dihubungi melalui saluran telepon.

Sementara itu, Kapolsek Kuta AKP Saprudin mengatakan, memang wilayah Songgong dikenal rawan. Permasalahan itu membuat Polres akan membangun pos penyekatan dan menempatkan personil berseragam maupun tidak berseragam untuk siaga di lokasi.

“Kuncinya, dukungan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan. Dengan cara, melaksanakan ronda dan kami siap mendukung. Kami juga menghimbau untuk sementara waktu, warga dan wisatawan jangan dulu melintasi jalan raya Songgong,” ujarnya.

Meski dalam suasana Ramadan kasus pembegalan ini meresahkan warga. Sebelumnya aksi serupa terjadi di waktu hampir bersamaan di tengah Kota Mataram tepatnya di sekitar Jalan Pejanggik,  Pajang.

Khairi warga Pejarakan Karya, Ampenan harus dilarikan ke rumah sakit setelah bagian kepala dan punggungnya ditebas pelaku. Selain dianaya pelaku Khairi juga menjadi bulan-bulanan warga mengingat para pelaku justru menuduhnya sebagai pelaku tabrak lari. Warga main hakim sendiri tanpa pikir panjang siapa sebenarnya yang jadi korban.

 Pelaku kabur bersama sebuah komputer jinjing korban. Kasus tersebut kini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diungkap  polisi khususnya Polsek Mataram yang menerima aduan. (dss/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *