Ketik disini

Metropolis

Sebelum Berbuka, Asyiknya Main Gasing

Bagikan

MATARAM – Pola aktivitas masyarakat banyak berubah. Termasuk pola mengisi waktu ketika puasa. Ketika beberapa orang memilih mengisi waktu dengan cara modern seperti main game elektronik atau browsing di dunia maya. Ternyata, masih ada segelintir orang di Mataram mengisi waktu puasa dengan bermain sambil melestarikan budaya.

“Setiap sore di hari tertentu di lingkungan kami banyak orang nunggu waktu buka dengan bermain gasing,” tutur Andi, Kepala Lingkungan Otak Desa Utara kepada Lombok Post.

Permainan gasing banyak digandrungi remaja maupun orang dewasa. Ketika disambangi Lombok Post, suasana arena tempat bermain gasing memang terlihat ramai. Dari jalan raya arah Rembiga menuju Kebon Roek, dapat dilihat kerumunan orang sedang asik bermain gasing di salah satu lapangan.

Eko, salah seorang warga menjelaskan, bermain gasing adalah tradisi. “Bukan hanya di bulan puasa aja sih mas. Tapi khusus puasa kami main setiap sore sambil nunggu waktu buka,” ujar pria asal lingkungan Batu Raja Ampenan itu.

Ia menjelaskan, dalam permainan tersebut ada kesempatan memukul gasing lawan yang dalam bahasa Sasak disebut a�?mantoka�?. “Tergantung siapa yang pintar mukulnya,” cetusnya.

Sesama pemain gasing, Eko mengaku saling bergantian mendatangi kandang lawan. “Sekarang ini kami yang dari Batu Raja datang ke Otak Desa. Lain waktu nanti, mereka yang datang main ke lingkungan kami,” kata pria yang mengaku telah berkeluarga tersebut.

Gasing yang berukuran cukup besar tersebut diakui para pemiliknya dibuat sendiri dengan biaya sekitar RP 150-200 ribu. Meski berat, para pemain mengaku sudah terbiasa karena melakukannya sejak kecil.

Penontonnya juga lumayan ramai. Ibarat orang sedang nonton pertandingan tinju atau pertunjukan sejenisnya. “Menarik untuk ditonton mas. Apalagi kalau lagi gasingnya duel dan siapa yang paling lama bertahan berputar,” terang Ali, salah seorang warga.
\
Ali mengaku, kalau tidak ditonton, para pemain gasing terlihat kurang bersemangat. “Bermain gasing sambil ngabuburit ini adalah upaya kami mempertahankan tradisi. Kalau bukan kami, siapa lagi yang akan mempertahankan tradisi masyakat Lombok ini,” pungkasnya. (ton/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 wholesale jerseys