Ketik disini

Politika

Membangun Rumah Budaya, Menduniakan Pariwisata NTB

Bagikan

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI A. Helmy Faishal Zaini langsung menggelar reses di hari pertama. Dia turun ke daerah pemilihannya NTB dengan menggelar rangkaian agenda kegiatan. Antara lain menjadi narasumber pada program unjuk bincang Safari Gerakan Gemar Membaca. Helmy juga menjelaskan pemanfaatan dana aspirasi DPR RI.

***

HADIR dalam unjuk bincang (talk show) itu antara lain Kepala Badan Perpustakaan NTB H Imhal dan Wakil Bupati Lombok Tengah HL Normal Suzana dan perwakilan Perpustakaan Nasional. Unjuk bincang digelar di kediaman resmi Bupati Lombok Tengah di Praya, 8 Juli 2015.

Dalam unjuk bincang itu, Helmy memaparkan pemikirannya mengatasi minimnya minat baca yang masih membelit Indonesia hingga kini. Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini mengemukakan bagaimana posisi ketertinggalan minat baca masyarakat Indonesia di tingkat internasional.

Menurutnya, ketika sebuah survei digelar terhadap 1.000 orang. Maka di antara mereka hanya satu orang yang suka membaca. Itu sebabnya, dia menekankan agar paradigma program peningkatan minat baca yang digagas pemerintah diubah.

“Pendekatan agar masyarakat minat membacanya tinggi harus diubah dari pendekatan struktural ke pendekatan partisipatoris,a�? tandas Helmy.

Dia menegaskan, saatnya kini, mengubah pola program dengan mendekatkan perpustakaan di tengah masyarakat. Bukan pola lama yang berupaya maksimal mendatangkan masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.

Sebagai Anggota Komisi X yang membidangi pendidikan dan kebudayaan, Helmy mendukung gerakan gemar membaca. Namun, pendekatannya yang diubah. Ia mencontohkan masjid bisa dijadikan target menghadirkan perpustakaan ke masyarakat atau komunitas-komunitas sebagai target.

Pola ini juga harus disertai dengan kemudahan layanan. Tentu saja yang paling mudah terlihat adalah dengan menghapuskan beban dan syarat admnistrasi. “Masyarakat kita masih memikirkan masuk ke perpustakaan itu ada ketentuan dan syarat. Mereka juga bertanya. Bayar atau gratis,” tandas Ketua DPP PKB ini.

Yang unik, kendati unjuk bincang ini mengangkat tema tentang Gemar Membaca, tetap saja ada hadirin yang hadir memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh informasi terkait dengan dana aspirasi yang sempat menjadi buah bibir setelah dibahas dan disetujui paripurna DPR RI.

a�?Bagaimana perkembangan dana aspirasi di DPR? Apakah bermanfaat atau tidak bagi masyarakat?a�? kata salah seorang hadiri menyampaikan pertanyaan pada Helmy dalam unjuk bincang itu.

Helmy pun tak menolak menjawab pertanyaan itu. Helmy menerangkan bahwa dana aspirasi merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang anggarannya dipegang oleh pemerintah dan langsung masuk ke APBD.

Posisi anggota DPR kata dia hanya mempunyai hak mengusulkan program infrastruktur. “Banyak persepsi dana aspirasi ialah anggaran yang dipegang anggota DPR RI. Itu salah besar. Anggota DPR hanya mengusulkan. Karena berdasarkan keluhan atau aspirasi saat reses seperti ini,” tuturnya.

Jika dana aspirasi disetujui, Helmy di depan forum menyatakan akan membuat kontrak politik bagi kepentingan masyarakat. “Dan dana tersebut bisa dibuat untuk membangun satu perpustakaan di satu desa dan pembinaan pustakawan yang banyak non job,” janjinya.

Ia akan membangun rumah budaya sebagai rumah aspirasi di daerah pemilihannya untuk mengembangkan pariwisata di NTB. “Saya akan buat rumah budaya untuk menduniakan pariwisata NTB,” tuturnya.

Selain menjadi narasumber dalam mengisi masa reses di hari pertamanya, Helmy juga mendeklarasikan Majelis Pecinta Salawat Nusantara (Pesona) wilayah NTB di Masjid Baiturrahman Lombok Tengah.

Ia mengajak masyarakat melestarikan khasanah nusantara sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Helmy juga melakukan silaturahim dan serap aspirasi dengan masyarakat Desa Rempung, Lombok Timur. (kus/adv/*)

Komentar

Komentar

Sebelumnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *