Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Uang Muka KPR Masih Tinggi

Bagikan

MATARAMA�– Kebijakan Bank Indonesia (BI) menurunkan uang muka kredit kepemilikan rumah (KPR) dari sebelumnya 30 persen menjadi 20 persen, belum berdampak positif bagi pengembang di daerah. Bahkan uang muka 20 persen ini dinilai masih terbilang tinggi.

a�?Kalau hanya turun segitu dampaknya kecil,a�? kata Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) NTB Anas Amrullah, kemarin.

Ia berharap, uang muka tersebut dapat turun lagi menjadi 10 persen. Penurunan uang muka, seharusnya dibarengi pula dengan penurunan suku bunga KPR. Sehingga konsumen tidak akan merasa terbebani ketika membeli rumah.

a�?Orang tidak akan merasa terlalu berat saat memutuskan untuk membeli rumah,a�? jelas Anas.

Menurut Anas, pertumbuhan properti secara nasional mengalami penurunan hingga 40 persen. Pasalnya, permintaan berkurang karena daya beli konsumen yang rendah. Apalagi kondisi pertumbuhan ekonomi di tahun ini juga tidak kunjung membaik.

Pertumbuhan ekonomi nasional yang hnya 4,7 persen, nilai tukar rupiah yang melemah, dan inflasi yang relatif naik menjadi faktor penyebab rendahnya daya beli masyarakat. Melihat kondisi ini, ujar Anas, REI NTB memprediksi penjualan di sektor properti tahun ini masih akan melemah.

a�?Efeknya kita akan lihat tahun depan, sekarang belum karena masih tahap pembenahan,a�? pungkasnya. (ewi/r4)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *