Ketik disini

Headline Xpresi

Komunitas Bumi Gora

Bagikan

DI ZAMAN yang yang serba modern ini, kebutuhan masyarakat tak dapat dipungkiri selalu meningkat setiap tahunnya, baik itu dari segi sandang maupun pangan. Tapi di sisi lain, hal itu juga berimbas pada meningkatnya barang yang tak terpakai, atau yang sering kita sebut sampah.

Ya dewasa ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan bisa mengelola serta mendaur ulang sampah, pada kenyataannya masih kurang.

Itu terbukti dari pemandangan yang kita lihat sehari-hari, meskipun mungkin di rumah Xmud bersih. Tetapi mayoritas di lingkungan lain pasti ada saja sampah yang menumpuk. Contohnya di Pantai Ampenan saat ini, Xmud pasti sangat iba bila melihatnya.

Nah dilatarbelakangi ingin menciptakan lingkungan sehat dan merecycle (daur ulang) sampah-sampah menjadi bahan yang bermanfaat, maka terbentuklah komunitas Bumi Gora yang didirikan oleh Sri Muriani, seorang wanita berjiwa kreatif yang sekaligus menjadi ketua komunitas ini.

Dinamakan Bumi Gora karena berkaitan dengan sejarah Lombok. Seperti kekeringan yang dulu dialami tanah di daerah ini dan kemudian makanan yang bernama gogo rancah. Pada intinya, nama ini digunakan agar apapun kegiatan dan hasil dari komunitas tetaplah mengingat sejarah dan ciri khas yang ada di Lombok.

Kegiatan di komunitas ini tidak lain yaitu mengambil sampah-sampah, kemudian memilah-milah mana yang bisa didaur ulang menjadi produk. Sampah-sampah yang sering dijadikan produk kembali biasanya berasal dari kain perca hasil sisa jahitan, bekas baliho, plastik keras atau lunak, dan banyak lagi.

Kemudian dari ide-ide dan kreatifitas yang ada dari anggotanya terutama dari sang ketua, maka dibentuklah banyak produk, seperti tas, tempat HP, dompet, souvenir, khiasan dan masih banyak lagi. Tetapi mayoritas hasil produksi komunitas ini ditujukan untuk kawula muda dan tentunya Xmud dapat membelinya dengan harga yang murah.

Meskipun ini terbuat dari sampah, jangan salah lho kalau kreatifitas yang dimiliki komunitas ini dapat menjadikan sampah menjadi produk yang siap jual. Tidak terlalu berbeda dengan disain yang ada di toko, tetap unik, dan pastinya jika Xmud menggunkan barang produksi komunitas ini, Xmud pasti tahu kalau barang yang Xmud pakai adalah satu-satunya yang ada di dunia, tidak ada kembarannya.

a�?Jadi kami menjual barang produksi kami dari Rp 20.000-an sampai seterusnya, tergantung bahan dan tingkat kerumitan ketika dibuat,a�? kata Sri Mulyani, ketua komunitas.

Tak hanya itu, mereka juga menjual minuman fresh murni dari alam dengan harga yang terjangkau.

a�?Jadi jangan salah, tidak hanya orang kaya saja yang bisa mendapatkan minuman fresh alam, orang biasa juga bisa,a�? candanya.

Adapun kendala yang pernah dihadapi komunitas yakni ketika harga plastik turun, otomatis harga jual turun juga. a�?Kami juga memiliki hambatan dari segi pemasaran, yang dinilai masih sedikit kurang,a�? ungkap Sri Mulyani.

Komunitas ini mulai eksis pada akhir tahun 2013, dan bergerak dengan cara swadaya, menyebarkan hasil karya mereka dengan mouth to mouth, memiliki 15 anggota aktif, dan basecamp di Jalan Skip No 8 Gatep, Ampenan Selatan.

Komunitas ini pula telah mengikuti pelatihan prosedur ekspor plus simulasi dan telah mendapatkan sertifikat, kemudian ikut dalam pameran yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup.

Oleh karena itu, sebagai apresiasi dan amanah, komunitas ini pun difasilitasi berupa kendaraan dan beberapa peralatan yang menunjang kegiatan komunitas oleh LH.

a�?Kami rencannya ingin menambahkan ciri khas pada produk-produk kami, terutama berciri khas tenun yang mana telah menjadi ciri khas masyarakat Lombok. Tapi tanpa menghilangkan gaya stylist dan modern,a�? tutup wanita berjilbab ini.

Wow keren kan Xmud!, limbah dan sampah bisa menjadi barang yang menarik dan dapat dijual lho. Disamping itu, kita juga ikut menjaga lingkungan tetap sehat terutama dari sampah.

Nah Xmud, jangan lupa mampir ke Komunitas Bumi Gora ya dan ayo tanamkan jiwa cinta lingkungan!. (cr-mar)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *