Ketik disini

Headline Sportivo

Bagaimana Mau Berprestasi Kalau Kayak Gini?

Bagikan

Atlet Pomnas tetap latihan jelang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIV Aceh, November nanti. Namun hal itu tidak didukung kemampuan anggaran dari Bapomi.

——————

Pomnas merupakan ajang olahraga nasional antar mahasiswa Perguruan Tinggi (PT) tingkat sarjana dan diploma. Event ini diadakan setiap dua tahun sekali. Ajang ini pertama kali diselenggarakan di Jogjakarta pada tahun 1990.

Penyelenggaraan Pomnas, merupakan tanggung jawab Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi). Tahun ini NTB kembali memastikan diri berpartisipasi. Sampai kemarin, berbagai persiapan telah dilakukan Bapomi NTB selaku penanggung jawab. Termasuk menyiapkan para atlet yang akan berlaga.

Namun sama seperti pelaksanaan sebelumnya. Masih saja, masalah anggaran menjadi momok menakutkan di setiap bergulirnya event ini. Persiapan Bapomi NTB disinyalir belum secara maksimal mengirim kontingen. Karena setiap tahunnya mereka harus menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Sangat memprihatinkan. Begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Bapomi NTB untuk persiapan Pomnas tahun ini. Bagaimana tidak, di ajang yang rencananya digelar pada 14-21 November di Banda Aceh tersebut, mereka harus berupaya memutar otak mencari solusi menutup masalah anggaran.

Sebagaimana diketahui, untuk Pomnas tahun ini, pemerintah yang dalam hal ini Kemenpora hanya mengucurkan dana sebesar Rp 79 juta untuk Bapomi NTB melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Unram. Jumlah ini tentunya masih sangat jauh untuk event sekelas Pomnas. Tentu saja nominal Rp 79 juta tersebut berat untuk mempersiapkan diri menjelang keberangkatan.

Melihat hal tersebut wajar saja, jika persiapan Pomnas sampai detik ini masih dinilai kurang maksimal. Meskipun latihan untuk menyongsong event tersebut sudah dilakukan. Namun sampai kemarin, Bapomi NTB belum menentukan jumlah atlet yang akan diberangkatkan. Karena, selain masih menunggu data dari Perguruan Tinggi (PT) peserta, mereka juga mesti menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

a�?Sebenarnya kami sudah tentukan batas waktu di rapat. Tetapi hingga kini hanya IKIP Mataram dan STKIP Bima yang sudah mendaftar,a�? terang Ketua Bapomi NTB Kertanegara saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Pria yang juga menjabat Wakil Rektor III Unram ini menjelaskan yang sudah masuk baru 14 atlet. Lima atlet IKIP dan sembilan atlet STKIP Bima. Mereka diikutsertakan akan berlaga di dua cabor, yakni atletik dan futsal.

Selain itu, keterbatasan anggaran ini juga mengakibatkan Bapomi NTB, hanya akan mengirim atlet dari cabor unggulan saja. a�?Karena persoalan anggaran, kami sudah petakan cabor yang potensial menyumbangkan medali,a�? terangnya.

Dijelaskan, untuk keberangkatan atlet hingga selesai pelaksanaan Pomnas, anggaran yang dibutuhkan Bapomi tidak sedikit. Faktanya, dana yang disalurkan pemerintah saat ini masih sangat minim. Untuk itu ia mengharapkan adanya dana bantuan dari pemerintah daerah.

a�?Dengan kondisi ini, kami terpaksa untuk keperluan atlet kita dikembalikan ke perguruan tinggi masing-masing. Mereka yang tanggung, dari tiket hingga konsumsi selama disana. Tentunya ini sungguh tidak wajar. Namun bagaimana lagi,a�? keluhnya.

Sehingga, lanjut Kerta semua biaya atlet ditalangi Bapomi dengan para perguruan tinggi (PT) asal atlet. Akibatnya, di setiap ajang Pomnas yang pernah diikuti NTB, tidak pernah maksimal. Hal ini karena tidak secara keseluruhan mengirim atlet yang telah dibina.

a�?Beberapa cabor yang dinilai mampu menyumbangkan medali. Seperti sepak bola dan takraw terpaksa di cancel,a�? ungkapnya.
Lebih lanjut, mengenai target, kata pria berkumis ini, Bapomi percayakan kepada masing-masing PT dan atlet. Sebelum berangkat, atlet-atlet ini telah diberikan pembinaan dan latihan oleh cabor masing-masing.

a�?Kami tetap optimis rutinitas latihan yang dilakukan di masing-masing cabor bisa mengharumkan nama Bumi Gora. Bahkan mereka telah siap berlaga di Pomnas,a�? sebutnya.

Ia berharap kedepannya, KONI dan Pemprov NTB memberikan dukungan keikutsertaan kontingen mahasiswa ini di ajang ini. a�?Dengan semakin banyaknya anggaran, peluang meraih medali akan lebih terbuka. Sehingga tetap akan lahir prestasi sebagaimana yang diharapkan,a�? pungkasnya.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi pada Mei lalu, saat ini, Bapomi masih menunggu dana dari pemerintah. Proses pencairan belum dilakukan. Dana ini direncanakan untuk menambah biaya di ajang Pomnas mendatang.

Prestasi kontingen NTB di ajang olahraga mahasiswa terbesar di tanah air ini masih belum stabil. Pada Pomnas 2013 di Jogjakarta, kontingen Bumi Gora hanya mampu meraih satu medali emas. Padahal jika merunut, di Pomnas 2011 di Batam, Kepulauan Riau, NTB meraih lima medali emas.

a�?Aturannya, atlet yang ikut Pelatnas dilarang tampil di kompetisi ini. Harapan kita masih di cabor atletik. Dua kali Pomnas, olahraga terukur inilah yang konsisten sumbang emas,a�? terang Muhammad Faruk, Sekretaris umum Bapomi NTB.

Adapun yang selalu menjadi kendala dalam mengikuti event ini, lanjut Faruk, semua PT pengirim harus menanggung sendiri biaya akomodasi dan transportasi atlet. Sehingga, PT peserta hanya mengikutsertakan atlet dibeberapa cabor unggulan.

a�?Hal inilah yang membuat pencapaian kami kurang maksimal. Banyak cabor potensial yang terpaksa tidak bisa berpartisipasi lantaran terbentur masalah anggaran. Karena dana yang ada tidak bisa menyuplai semua cabor,a�? ungkapnya.

Karena jika mengacu pada dana tersebut (Rp 79 juta, Red), kata Faruk masih jauh dari kata cukup untuk persiapan, keberangkatan hingga di lokasi pelaksanaan. Pihaknya mengaku akan mengupayakan berbagai cara untuk menutup kekurangan anggaran tersebut.

a�?Kalau ditanya cukup siapa saja pasti bilang jauh dari harapan. Kita membawa nama NTB, namun itu tidak diperhitungkan. Besar harapan kami dana tambahan dari Pemprov NTB demi mengembangkan olahraga di tingkat mahasiswa,a�? katanya.

Untuk keberangkatan hingga selesainya Pomnas di Aceh saja, Bapomi NTB membutuhkan anggaran lebih kurang ratusan juta. Namun faktanya, anggaran yang dikucurkan pemerintah masih jauh dari harapan.

a�?Sungguh tidak wajar, ini yang membuat kita tidak bisa mengirim seluruh atlet dan absen di beberapa cabang olahraga. Banyak cabor berpotensi yang jadi terbengkalai gara-gara masalah anggaran ini,a�? lanjutnya.

Kondisi inilah yang membuat Bapomi NTB merencanakan hanya akan memberangkatkan atlet di beberapa cabor yang dinilai berpotensi menyumbangkan medali. Padahal jika melihat, seluruh atlet yang dipersiapkan untuk even dua tahunan tersebut akan mmapu membawa nama Bum Gora di tingkat nasional. Untuk itu, ia berharap ada dukungan dana dari Pemprov NTB.

a�?Mau tidak mau harus mengambil langkah seperti ini. Tentunya kami berharap ada tambahan dana untuk keikutsertaan kita nanti,a�? tukas Faruk.

Sementara ini, untuk menutup kekuarangan semua biaya ditalangi atau swadaya dengan PT yang mengirim atlet mereka ke Pomnas. Kemungkinan kontingen Pomnas NTB tahun ini berasal dari tiga PT, yakini IKIP Mataram, STKIP Bima dan Unram. Mereka ambil bagian di cabor atletik, futsal, karate, pencak silat, renang dan boxer.

a�?Sembari menunggu PT lain mendaftarkan atletnya. Kami berharap para atlet ini nantinya bisa tampil menjadi yang terbaik,a�? ucapnya.

Harapan melihat raih medali ini cukup realistis. Mengingat sebelum diberangkatkan para atlet terlebih dahulu sudah menjalani latihan khusus. Terkait target Faruk, memercayakan kepada masing-masing atlet serta yang PT yang menaunginya. Karena jelang pemberangkatan itu, atlet-atlet ini telah dilakukan pembinaan latihan melalui pelatih ditetapkan cabor.

Sementara mengenai prestasi, NTB pada Pomnas kali ini hanya menargetkan minimal bisa meraih kembali hasil Pomnas sebelumnya di Batam, 2011 lalu. Pada waktu itu NTB berhasil merebut medali lima emas. Yakni dari silat dan atletik. a�?Minimal medali emas yang kita raih pada 2011 lalu bisa terulang,a�? harapnya.

Dalam upaya pencapaian prestasi yang dalam hal ini Pomnas. Partisipasi pemerintah sangatlah diperlukan. Sehingga pemerintah berperan sebagai fasilitator. Pemerintah memiliki peran yang sangat vital pemimpin atau pemegang kebijakan olahraga. Dalam memaksimalkan potensi dan sumber daya yang ada untuk meningkatkan prestasi olahraga.

a�?Pomnas tahun ini juga merupakan bentuk apresiasi diberikan Bapomi NTB terhadap seluruh mahasiswa yang menggeluti bidang olahraga masing-masing. Karena atlet yang dipersiapkan ini, setiap hari selalu menjalani rutinitas olahraga pada masing-masing cabor. Sebab, telah mencintai dan menggelutinya bahkan siap berlaga di Pomnas ini mengharumkan NTB,a�? sebut Faruk.

Terpisah Wakil Rektor III IKIP Mataram Subagio mengatakan, demi mendukung perolehan medali kontingen NTB di ajang tersebut, IKIP Mataram sebagai salah satu perguruan tinggi peserta tetap akan mengandalkan cabor atletik yang selama ini konsisten menyumbangkan medali bagi NTB.

Selain itu, pihaknya juga berupaya melibatkan lebih banyak atlet agar semakin mendukung peluang meraih hasil maksimal. a�?Namun khusus masalah ini tentu membutuhkan anggaran yang tidak murah mengingat jarak Aceh yang lebih jauh,a�? ungkapnya.

“Pelaksanaan kali ini memang membutuhkan pos anggaran yang lebih besar karena jaraknya yang jauh. Kami akan berupaya mencari tambahan anggaran agar bisa mengirimkan atlet yang memang punya potensi,a�? sambung Bagio.

Cabor atletik cukup optimis menatap Pomnas XIV Aceh. Kini, cabor ini memasang target bisa meraih dua medali emas. a�?Kami mengakui untuk mewujudkan target memang butuh persiapan yang lebih maksimal. Kami juga berkomitmen hanya mengakomodasi atlet yang dinilai punya potensi meraih medali di Pomnas 2015,a�? katanya.

Hal senada di ungkapkan pelatih atletik Subagio, menurutnya melihat persaingan yang ada, target dua medali emas merupakan target yang realistis. Pasalnya, pesaing terberat masih berasal dari provinsi di Jawa, yakni Jakarta, Jatim, dan Jabar.

a�?Persiapan menghadapi Pomnas sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Latihan terus dimatangkan. Kami harap dapat tampil maksimal di Aceh nanti,a�? katanya.

Ia mengaku persiapan atletnya menghadapi event terbesar mahasiswa ini terbilang sudah cukup maksimal. Tidak terpengaruh dengan kondisi anggaran yang sedang dilanda Bapomi. Oleh sebab itu, ia tetap optimis dengan target tersebut.

a�?Bisa dibilang target ini sangat berat. Namun berkat hasil yang cukup bagus di PPLM sebelumnya, kami masih yakin bisa mencapai target itu,a�? tuturnya.

Target tersebut cukup realistis jika melihat pencapaian atlet atletik pada pelaksanaan PPLM sebelumnya. Kini mereka mempersiapkan atlet lebih awal demi menjaga peluang mencapai target.

Perlu diketahui, fungsi Bapomi sendiri, untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dibidang olahraga. Selain itu, juga untuk memasyarakatkan olahraga di perguruan tingggi. Bahkan diharapkan bisa memasilitasi peningkatan dan pengembangan prestasi olahraga mahasiswa untuk menunjang prestasi olahraga nasional.

Namun pembinaan atlet di kalangan mahasiswa saat ini terkesan masih kurang. Bapomi harus lebih memperkuat koordinasi dengan KONI dan stakeholder olahraga lainnya untuk meningkatkan prestasi atlet.

a�?Kalau masalah Bapomi tidak ada anggaran di Dikpora. Kecuali Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) baru sudah dianggarkan,a�? ungkap Kabid Pemuda dan Olahraga Dikpora NTB Anang Zulkarnain.

Sejatinya, pemprov bisa memberikan bantuan kepada Bapomi. Namun harus dibuatkan perencanaan lebih dulu. Paling tidak satu tahun sebelumnya sudah masuk dalam perencanaan anggaran. a�?Kalaupun misalkan ada mungkin hanya dalam bentuk hibah saja,a�? terangnya.

Bapomi dalam hal ini sangat membutuhkan bantuan Pemprov NTB untuk membiayai kegiatan. Agar di event dua tahunan ini kontingen Bumi Gora secara maksimal menampilkan atlet mahasiswa terbaik. Dalam artian bisa memberangkatkan cabor potensial lainnya. Karena, bagaimanapun mereka akan membawa nama besar NTB untuk bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

a�?Mungkin kalau masalah Bapomi saya kurang tahu. Karena setahu saya Dikpora bergerak di bidang olahraga pelajar. Coba tanyakan di Kabid PO,a�? kata Kepala Dinas Dikpora NTB H Rosiady Sayuti singkat saat dihubingi via handphone, kemarin. (zen/r10)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *