Ketik disini

Praya

Kodim Persempit Gerak Pembegal

Bagikan

PRAYA – Bagi pelaku kejahatan yang selama ini meresahkan warga Lombok Tengah (Loteng) sebaiknya berfikir lagi untuk mengulangi kejahatannya. Pasalnya tidak hanya Polisi namun TNI AD dari Kodim Loteng ikut meburu para penjahat tersebut. Mereka mengaku tidak segan-segan bertindak keras kepada para pelaku kriminalitas, apalagi pelaku begal, perampokan, pencurian dan penjambretan yang sangat meresahkan warga.

a�?Kami terus berupaya mempersempit ruang gerak aksi kejahatan, bagaimana pun caranya,a�? kata Danunit Inteldim Letda Inf. Afifudin Nur pada Lombok Post, kemarin.

Setiap malam, sedikitnya ada tiga kelompok patroli terbuka dan tertutup diturunkan Kodim. Kegiatan ini akan rutin digelar agar masyarakat benar-benar merasa aman.

Masing-masing satuan, bertugas menyisir semua desa di satu kecamatan, lalu melaporkan setiap menit perkembangan di lapangan. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka tinggal berkoordinasi dan langsung menggempur.

Tidak tanggung-tanggung, mereka membawa senjata laras panjang. Kegiatan itu, bukan berarti ingin menakut-nakuti masyarakat pada umumnya. Namun, murni memberikan rasa aman dan nyaman kepada mereka, apalagi akhir-akhir ini ada beberapa titik di Gumi Tatas Tuhu Trasna mulai rawan kejahatan.

Pantaun langsung Lombok Post, kegiatan patroli yang dilaksanakan Kodim terbilang rapi. Untuk patroli tertutup, tidak banyak orang yang tahu. Di hari tertentu, giat patroli diikuti pula Satpol PP, pemerintah kecamatan, desa dan dusun.

a�?Saya sudah minta kepada Dandim, agar berkoordinasi dengan Polres dan Pemkab, sehingga dilaksanakan patroli gabungan,a�? sambung Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI. Lalu Rudy Irham Srigede.

Jika itu terwujud, menurut Rudy maka ruang gerak kejahatan semakin dipersempit. a�?Saya pribadi atas nama pemerintah kecamatan, menyambut baik giat minggu militer ini. Saya akan melayangkan permintaan lisan dan tulisan ke Koramil, Kodim dan kepolisian guna melaksanakan patroli gabungan,a�? sambung Camat Pujut Lalu Wiraksa.

Sebagai penguasa wilayah, Wiraksa siap ikut ambil bagian bersama-sama turun menyisir lokasi yang dianggap rawan. Khususnya, di sejumlah wilayah Pujut yang selama ini dikenal rawan. Seperti, jalan raya Songgong, Desa Sukadana, jalan raya hutan Gunung Tunak Bumbang, Desa Mertak dan jalan hutan Gunung Pepe, Desa Rambitan serta wilayah Kuta.

a�?Yang paling rawan itu di Songgong, tepatnya di wilayah Mandalika Resort. Kita berharap, ada pos keamanan di tempat itu,a�? usul Wiraksa.(dss/r14)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *