Ketik disini

Metropolis

Nama Sukiman Azmy Muncul Lagi di Persidangan

Bagikan

MATARAM– Pengadilan Negeri (PN) Mataram kembali mengelar sidang kasus korupsi Alat Kesehatan (Alkes) RSU Dokter Soedjono Lombok Timur dengan terdakwa Utun Supria. Agenda sidang sediri mendengarkan keterangan saksi.

Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah beberapa distributor alat kesehatan pada proyek pengadaan alat kesehatan RSU Soedjono Lombok Timur. “Majelis hakim, dari sejumlah saksi yang kami minta, hanya dua orang yang bisa datang,” kata JPU.

Sidang kali ini sendiri, lebih kepada mendengarkan keterangan saksi mengenai bagaimana proses tawar menawar harga dan permintaan Alkes. Saksi pertama I Gusti Made Yoga Suweda mengatakan, jika tidak terlalu tau mengenai proyek tersebut. Alasannya, pada saat itu dia hanya diminta memberikan informasi alat kesehatan yang disediakan olehnya.

“Yang meminta informasi itu sendiri waktu itu Pak Gunawan dari CV Bali Guna Medika,” kata I Gusti Made Yoga Suweda, Direktur CV Adi Jaya Medika.

Mengenai permintaaan informasi ini sendiri dibenarkan Direktur CV Bali Guna Medika. Hal ini dilakukan karena permintaan dari panitia lelang RSUD Soedjono Lombok Timur. “Katanya sih mau digunakan untuk menyusun anggaran,” kata Dokter Nyoman Gunawan, Direktur CV Bali Guna Medika pada majelis hakim.

Sedangkan mengenai proses pelelangan sendiri, Gunawan mengaku tidak tau menau. Dia hanya dikirimkan surat oleh panitia pengadaan barang RSU Soejono Lombok Timur. “Saya langsung memberikan surat balasan ke panitia,” jelasnya pada majelis hakim.

Kendati sudah diminta memberikan list barang, Gunawan mengaku tidak pernah ada permintaan barang dari RSU Sodedjono. “Tidak ada pemesanan alat kesehatan dari RSU Soedjono,” katanya.
Setelah mendengarkan keterangan saksi. penasehat hukum Dokter Utun Supria meminta untuk menghadirkan Sukiman mantan bupati Lombok Timur. Hal ini terkait dengan proses lelang. Sebab, ada dugaan pemenang tender proyek Alkes ini ditunjuk langsung oleh Sukiman.

Sedangkan JPU mengatakan sudah melakukan dua kali pemangilan pada mantan Bupati Lombok Timur itu. Namun belum ada tanggapan. Termasuk kesediaan hadir dalam persidangan sebagai saksi. “Beliau belum bisa hadir karena waktu itu masih sedang umroh,” kata salah satu JPU pada wartawan.

JPU menegaskan akan melakukan pemangilan kembali. Meski sekarang masih ada kendala. Dimana JPU masih belum mengetahui alamat rumah mantan Bupati Lombok Timur itu. a�?Kami akan berusha untuk melakukan pemanggilan kembali untuk yang ketiga kalinya,a�? tegasnya. (cr-ian/van/r8)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *