Ketik disini

Metropolis

Penyuluh Siap Atasi Kekeringan

Bagikan

MATARAM – Bencana kekeringan mengancam lahan pertanian NTB. Penyuluh pertanian pun siap pasang badan bahu membahu dengan para petani. Targetnya meminimalisir lahan pertanian yang gagal panen.

a�?Kita tetap komunikasikan dengan kabupaten dan kepala Badan Penyuluh Pertanian (BPP), untuk antisipasi kekeringan di lahan pertaniana�? kata Sekretaris Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) NTB Hj Husnanidiaty Nurdin, kemarin.

Dari hasil pengamatan, Bakorluh NTB mengklaim belum ada lahan pertanian yang terkena kekeringan. Tetapi, jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada hujan lagi, ada beberapa daerah yang mungkin terdampak kekeringan.

Dari hasil kunjungan di Pulau Sumbawa, daerah yang kemungkinan terdampak kekeringan adalah Kecamatan Brang Ene, Sumbawa Barat. Sekitar 1.000 hektare terancam di sana. a�?Ini karena debit air yang sudah mulai berkurang,a�? imbuh Eny, sapaan karib Husnanidiaty.

Selain Brang Ene, di wilayah Kabupaten Dompu, tepatnya di Kecamatan Kempo, lahan sawah tadah hujan seluas 20 hektar, juga terancam. Tetapi dari petani dengan bantuan penyuluh, telah dibuatkan sumur di beberapa titik areal seluas 20 hektar itu.

Dia mengatakan, Bakorluh, melalui penyuluh di setiap BPP akan melakukan pengawasan secara intensif. Dengan melibatkan penyuluh yang ada di setiap kecamatan, akan membantu petani menghadapi musim kering sekarang. Seluruh instansi terkait akan dilibatkan, untuk bisa tetap menjaga NTB sebagai lumbung pangan nasional. a�?Koordinasi dan instruksi juga kita lakukan terhadap penyuluh,a�? ujarnya.

Instruksi telah diberikan kepada 119 BPP se-NTB untuk mengawasi lokasi yang kemungkinan terdampak kekeringan. a�?Penyuluh yang ada di BPP seluruh NTB, agar memperhatikan sumber air yang ada di sekitarnya,a�? imbau Eny.

Selain itu, tambah dia, setiap BPP juga berkoordinasi dengan dinas Pekerjaan Umum. Ini untuk bisa mengukur sisa debit air yang berada di sumber air. a�?Dari pengukuran itu, dapat diberikan pembagian secara adil dalam mengairi lahannya,a�? ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, jika ada sumber air berupa embung maupun sungai, penyuluh diharapkan membantu petani untuk mengairi lahannya. Dengan cara, memanfaatkan pompa-pompa air yang ada di setiap BPP. a�?Sebagai upaya penyelamatan tanaman yang berada di daerah rawan terkena dampak kekeringan,a�? tandas Eny. (cr-dit/r12)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *