Ketik disini

Praya

Siapkan Obor, Semarakkan Pawai Tingkat Desa

Bagikan

Kendati minyak tanah langka dan mahal, sebagian warga di Dusun Arebile, Desa Montong Terep, Praya, Lombok Tengah (Loteng) A�tak mempedulikannya. Mereka, justru sudah mempersiapkan obor.

***

TRADISIA�jelang lebaran yang mempersiapkan obor tentu dilakukan pula sebagian warga di beberapa desa di Gumi Tatas Tuhu Trasna (Loteng, Red) dan tempat lain. Hanya saja, tidak sebanyak dan semarak waktu minyak tanah tersedia dengan harga murah. Sehingga, mereka pun beralih menggunakan lampu lampion.

Namun, bagi sebagian warga desa, tradisi menggunakan obor yang terbuat dari potongan bambu, bersumbukan serabut kelapa dan minyak tanah itu tidak akan terlupakan. Ini bisa ditemui di Dusun Arebile Desa Montong Terap. Di tempat itu, anak-anak penuh suka cita menyambut datangnya lebaran.

Mereka meminta kepada orang tua mereka masing-masing, untuk menyiapkan obor berbagai macam ukuran. Kegiatan itu dilaksanakan bersamaan dengan Nuzulul Qura��an, Sabtu malam kemarin. Sontak gang-gang dusun tersebut terang bendengar dengan sinar obor. Padahal, pawai di tingkat desa belum digelar.

Usai berbuka puasa dan salat magrib, anak-anak itu berkumpul. Mereka bukannya berkeliling kampung, namun cukup di halaman rumah masing-masing. Bagi mereka, dibakarnya obor sebagai masa percobaan saja jelang malam lebaran Kamis malam lusa. Karena kalau dibakar terus, maka bisa menguras kantong orang tuanya.

Setelah dipastikan aman, obor-obor itu pun disimpan. Para orang tua mendukung tradisi turun temurun itu. Mereka pun enggan menggunakan lampu lampion. Berapa pun harga minyak tanah, mereka tetap menyediakan untuk anak-anak mereka. Di desa tetangga, Aik Mual, Muncan dan Mekar Damai ikut ambil bagian.

Pada Kamis malam lusa, jalan dusun, desa, kabupaten dan provinsi di beberapa desa bersangkutan akan dipadati kegiatan pawai obor. Kegiatan itu, padahal tidak dilombakan. Tapi, tak jadi soal. Jauh-jauh hari, pengurus A�dan remaja masjid meminta A�warga secara sukarela menyiapkan obor.

Mereka pun diminta menggunakan pakaian muslim, lalu menabuh gendang dan musik khas malam lebaran. Sebut saja Fatmah siswa kelas 1 SDN, Montong Terep. Dia bersama rekan-rekan seusianya menyambut gembira kedatangan malam lebaran yang tinggal menghitung hari. Dia sudah menyiapkan obor ukuran kecil. Semangat anak-anak ini seperti menambah terang nyala sang pelita.

a�?Pas malam lebaran nanti, baru kami nyalakan obor ini. Untuk sementara, kami coba saja, hitung-hitung kami meriahkan malam Nuzulul Qura��an,a�? ujar Fatmah dengan polos.

Ditempat yang berbeda, sebagian warga telah menyiapkan perabotan lampu lampion. Mereka itu, akan mengikuti pawai lampion dan takbiran keliling yang dilaksanakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), bekerjasama dengan Panitia hari-hari besar Islam (PHBI) dan Pemkab Loteng. A�Kegiatan itu pun dipusatkan di Masjid Agung Praya.

a�?Kalau ada warga desa yang mengunakan obor, kami sangat berharap mereka ikut ambil bagian di lomba ini. Karena, penggunaan obor memang sudah jarang dan langka,a�? sambung Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Lalu Herdan.

Atas dasar itulah, pihaknya berharap pemerintah desa setempat, mengintrupsikan warganya untuk mengikuti lomba. a�?Mari semarakkan lomba lampion atau obor dan takbiran keliling ini. Bagi yang ingin daftar gratis dan kami menyiapkan hadiah menarik,a�? seru Herdan.(Dedi Shopan Shopian/Loteng)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *