Ketik disini

Feature

Lebaran Langsung Bebas, Bahagia Dikunjungi Keluarga

Bagikan

Menyambut Idul Fitri, sejumlah narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Selong menyambutnya dengan suka cita. Selain karena sudah berjuang selama satu bulan penuh untuk memperbaiki diri, mereka gembira bukan kepalang karena menerima remisi.

TIGA orang pria yang masih remaja terlihat serius mengerjakan pembuatan batako. Mereka begitu cekatan.Tangan mereka terampil, seolah bekerja dengan otomatis. Itu pasti karena sudah terbiasa. Kendati sedang berpuasa, ketiganya tak menampakkan raut wajah kelelahan. Bahkan sering kali canda gurau khas anak remaja dilontarkan.

Dari kejauhan sejumlah petugas Rutan Selong melihat kinerja mereka. Dengan serius semua remaja itu diawasi. Itu karena mereka merupakan narapidana di Rutan Selong. Kegiatan membuat batako merupakan salah satu keahlian yang diberikan di lapas tersebut.

a�?Ini untuk bekal saya kalau keluar nanti,a�? kata seorang narapidana.

Berbicara tentang masa kebebasan, ia terlihat sumringah. Betapa tidak, kendati masih harus menjalani masa hukuman beberapa tahun lagi, remaja yang terbelit sebuah kasus pencurian itu bisa bernafas legas. Ia menjadi salah satu napi yang diajukan untuk mendapat remisi alias potongan masa tahanan. Pengajuannya sekitar 30 hari tahanan.

a�?Semoga saja dikabulkan, soalnya saya sudah berkelakuan baik.

Jelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah narapidana di Rutan Selong memang menyambutnya dengan suka cita. Pasalnya 64 dari 165 napi menerima remisi khusus hari raya keagamaan karena telah memenuhi syarat dan ketentuan.

a�?Kisaran pemotongannya dari 15 hari sampai dua bulan,a�? kata M Fauzan, Kasubsi Pelayanan Tahanan pada Lombok Post.

Bahkan dari 64 napi penerima remisi itu, satu napi menjadi bebas karena masa tahanannya menjadi habis. Dirinya senang bukan kepalang. Selain siap menghirup udara bebas, kepada para petugas yang menjaganya di rutan itu ia berjanji untuk mengubah diri.

a�?Nanti saya mau belajar usaha kecil-kecilan,a�? kata napi yang akan langsung bebas ini.
Sejumlah syarat bagi penerima remisi adalah berkelakuan baik. Menjalankan minimal enam bulan penahanan dan sudah berkekuatan hukum tetap. Jika semua aturan yang ada sudah terpenuhi, pihak rutan dipastikan tak akan menghalang-halangi hak yang dimiliki para napi.

a�?Kalau mereka baik menjalankan keseharaiannya pasti cepat keluar,a�? kata Fauzan.

Kepala Rutan Selong Fikri Jaya Soebing mengatakan agar bisa menyatu lagi dengan masyarakat dan lingkungan, selama penahanan mereka diberikan beragam keterampilan. Keterampilan ini nantinya bisa dipakai untuk mencari pekerjaan dan memulai kehidupan baru. Beberapa yang diajarkan seperti pelatihan pertukangan dengan membuat batako, paving blok, dan closet.Ada juga pelatihan perkebunan dan perikanan, pelatihan perbengkelan termasuk cuci kendaraan. Selain keterampilan, para napi juga dibekali kepribadian yang tangguh dengan pemberian bekal mental dan agama selama dalam masa penahanan.

a�?Mereka dilatih fisik dan mentalnya, diberikan keterampilan juga, supaya bisa jadi lebih baik,a�? katanya.

Selain karena remisi, yang menjadikan para napi begitu bersuka cita ialah mereka siap menyambut hari baru menjadi pribadi yang lebih baik. Kendati belum bebas, sejumlah napi merasa gembira bisa menyelesaikan puasa tahun ini. Mereka berharap bisa terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan untuk meningkatkan level diri. Hal lain yang membuat napi di Rutan Selong ini bersuka cita.Saat lebaran dipastikan banyak keluarga yang datang berkunjung. Tak hanya keluarga inti, saat seperti ini keluarga besar biasanya datang memberi dorongan semangat untuk terus bertahan.

a�?Saya tak sabar lihat anak istri, terus ayah ibu, dan adik kakak,a�? kata seorang napi lainnya. (wahyudi)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *