Ketik disini

Sportivo

Banderol Tinggi Perlu Bukti

Bagikan

MELBOURNE – Keputusan Manchester City untuk memboyong Raheem Sterling dari Liverpool dengan harga tinggi akan diuji, sore nanti (Live: Indosiar, pukul 15.00 WIB). Adalah AS Roma yang menjadi tim penguji permainan City bersama winger seharga GBP 49 juta atau senilai dengan Rp 1,01 triliun itu.

Bentrok antara City kontra runners up Serie A Italia itu akan terjadi di Melbourne Cricket Ground (MCG), Melbourne, dalam lanjutan turnamen pramusim International Champions Cup (ICC) 2015. Laga ini bakal menjadi debut perdana Sterling berkostum biru langit ala City.

Heemio -sapaan akrab Sterling- sendiri sudah bergabung dengan Vincent Kompany dkk di Adelaide, Australia, sejak Rabu lalu (16/7), atau dua hari setelah resmi jadi milik The Citizens. “Sebelumnya dia sudah berlatih tiga hari bersama Liverpool (sebelum ke City, Red), sehingga dia sudah siap. Walaupun dia tidak kami mainkan full time, tetapi dia layak dicoba beberapa menit,” ujar pelatih City, Manuel Pellegrini, sebagaimana dikutip dari Manchester Evening News.

Mengaca dari posisi Sterling yang lebih sering ditempatkan sebagai winger kanan, maka akan ada perubahan posisi dari skema City saat mengalahkan Melbourne City, pada akhir pekan lalu (18/7). Tidak adanya Sergio Aguero, Pellegrini bisa memainkan Sterling pada posisi striker. Dia ditopang dua sayap, Samir Nasri di sisi kiri, Jesus Navas di sisi kanan.

Diakui Pellegrini, tidak akan mudah bagi pemain blasteran Inggris-Jamaika itu untuk bisa nyetel dengan permainan City. “Tetapi saya percaya dia tetaplah pemain dengan kualitas internasional. Saya pun tahu permainannya di Liverpool. Sekalipun itu berbeda tentunya, jiwa muda penuh ambisi akan jadi modal pentingnya,” tutur pelatih berkebangsaan Cile itu.

Dalam wawancaranya dengan Sydney Morning Herald, pemain berusia 20 tahun tersebut sudah menanti-nanti laga debutnya itu. “Saya sangat berharap rencana dimainkan dalam laga melawan Roma terealisasi. Sejauh ini saya sudah berlatih, jadi Selasa petang nanti saya harusnya ada dalam daftar pemain,” cetusnya.

Sterling kemudian menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya begitu dia tidak bergabung dalam sesi latihan Liverpool, akhir pekan lalu. Dia menolak jika dikatakan berpura-pura sakit supaya bisa mangkir dari latihan. Sebaliknya, dia menegaskan bahwa alasannya itu memang benar adanya.

Sterling terkena penyakit diare. “Dokter yang mengatakan padaku agar tidak bergabung dengan pemain yang lain dulu, setidaknya dalam 48 jam saya harus di rumah. Itu yang dikatakan dokter. Begitu 48 jam itu sudah selesai, barulah saya diperbolehkan berlatih secara normal,” ungkapnya.

Disinggung terkait dengan keputusannya menerima pinangan City, Sterling menyebut track record City dalam beberapa tahun terakhir menjadi alasannya. Tim Manchester Biru itu tidak pernah absen dari pentas Liga Champions sejak musim 2010-2011, atau sudah lima musim beruntun.

“Akan selalu jadi hal yang positif apabila bisa terlibat dalam Liga Champions. Sebagai pemain muda, tentunya saya tertantang untuk kompetisi terbaik, melawan terbaik, dan dengan pemain terbaik pula. Dan City menunjukkan progress maju, dan berusaha untuk mendominasi Inggris dan Eropa,” sebutnya.

Menurut Sterling, dengan bermain di Liga Champions, akan berdampak positif pada sisi performanya. “Liga Champions memberi saya kesempatan untuk menunjukkan diri. Dengan adanya pemain hebat di tim ini, seperti Aguero, (David) Silva, dan Yaya (Toure), itu akan semakin mendongkrak kemampuan saya,” lanjutnya.

Sterling menegaskan, harga selangit bukanlah beban berat yang harus dipikulnya dan bisa berdampak pada performanya di lapangan. Dia memilih untuk tidak under pressure dalam posisi ini. “Yang bisa saya lakukan sekarang hanyalah bagaimana membayar semuanya ini untuk City,” tegasnya.

Hanya saja, lawan yang dihadapi City dan Sterling ini bukan lawan enteng. Dalam laga sebelumnya, Francesco Totti dkk membekuk tim kuat dari Primera Division, Real Madrid. Real tumbang via adu penalty 6-7 setelah berimbang tanpa gol pada Sabtu lalu (18/7).

Dilansir dari Football Italia, pelatih Rudi Garcia mengakui permainan City tidak banyak berubah sebelum bursa transfer bergulir. Terutama setelah mendatangkan Sterling. “Dan kami sudah memberi banyak informasi kepada pemain terkait perubahan di City sekarang ini. Mereka tim kuat, dan ini hal yang bagus,” bebernya.
Bekal mengalahkan Real lalu bisa menjadi senjata Gialorossi untuk membendung skema menyerang Pellegrini. Statistik melawan Real menunjukkan, 10 kali shots anak asuhan Rafael Benitez itu tidak satu pun merobek gawang Morgan de Sanctis. Pertahanan Roma yang kokoh jadi kuncinya.

Layaknya laga uji coba, bukan menang kalah yang diincar Garcia. Yang lebih penting, di laga pramusim ini dia ingin mengaplikasikan varasi gameplan dengan berbagai kondisi. “Dengan atau tanpa Totti, dengan Mattia (Destro) atau tanpa Mattia, dengan (Miralem) Pjanic atau tanpa Pjanic. Dengan siapa kami bisa memenangi setiap laga. Melawan City, kami ingin menang lagi,” tandasnya. (ren/r10)

PERKIRAAN PEMAIN

AS ROMA (4-3-3): 26-De Sanctis (g); 13-Maicon, 5-L Castan, 2-Yanga-Mbiwa, 3-Cole; 15-Pjanic, 16-De Rossi, 4-Nainggolan; 7-Iturbe, 10-Totti “, 27-Gervinho
Pelatih: Rudi Garcia

MAN CITY (4-3-3): 13-Caballero (g); 50-Maffeo, 4-Kompany “, 80-Humphreys, 22-Clichy; 6-Fernando, 42-Toure, 21-Silva; 7-Sterling, 16-Aguero, 8-Nasri
Pelatih: Manuel Pellegrini

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *