Ketik disini

Bima - Dompu

Rela Antre Berjam-Jam Untuk Dapat Satu Jeriken Air

Bagikan

Air bersih untuk dikonsumsi tiap hari juga mengalami kelangkaan. Buktinya, Warga Ndanondere Desa Bajo Kecamatan Soromandi kesulitan mendapatkan air.

***

AIR di Dusun Ndanondere sedang langka. Untuk mendapatkan satu jeriken air bersih, warga harus rela mengantre berjam-jam. Apalagi, dimusin kemarau seperti ini, debit air yang datang sangat kecil. Kondisi debit air yang kecil, praktis menambah kesusahan yang berada sekitar 10 Km dari permukaan laut.

Layaknya orang mengantre mitan, satu persatu warga mengisi air. Mereka mengantre berjam untuk mendapatkan satu jeriken air bersih, ereka yang mengantre tidak bisa serobot dan langsung mengisi air. Mereka harus mengikuti berdasarkan penempatan jeriken. Antrean untuk mendapatkan air tidak hanya pada siang hari. Tapi malam hari juga, bahkan warga yang antre tidak berkurang.

Air yang ada dibak hanya cukup untuk minum saja. Sedangkan untuk keperluan mandi dan mencuci, mereka tidak menggunakan air hasil antrean tersebut. Untuk mandi dan cuci mereka mengambil disalah satu mata air yang berada dibagian utara pemukiman warga. Jarak yang harus ditempuh warga untuk sampai dititik mata air tersebut sekitar 2 Km. Itupun harus berjalan kaki dengan melewati dua bukit dan dua sungai yang sudah kering. Untuk sampai di tempat itu, warga memerlukan waktu satu jam.

Untuk mendapatkan air, warga hanya mengandalkan satu bak air saja. Bak itu dikonsumsi sekitar 200 KK. Air yang disalurkan ke Bak tersebut berasal dari mata air wilayah Desa Kala Kecamatan Soromandi yang memiliki jarak tempuh sekitar 10 Km. Air tersebut disalurkan menggunakan pipa hasil swadaya masyarakat. a�?a��Ada empat bak disini. Kalau disalurkan ke semua bak, air yang keluar sangat kecil,a��a�� kata Siti Aminah.

Bagi warga yang memiliki sepeda motor sedikit terbantu untuk mendapatkan air bersih. Karena mereka bisa mengambil di Desa lain di Kecamatan Donggo.

Ditengah krisis air itu, warga berharap ada perhatian dari pemerintah. Baik pemerintah Kabupaten maupun pemerintah Provinsi. Supaya membantu meringankan beban dalam mendapatkan air bersih. Karena tidak ada alternative lain untuk mendapatkan air, selain memanfaatkan mata air. a�?a��Air hanya bisa disalurkan lewat pipa saja. Untuk itu, kami mengharapkan pemerintah memperhatikan kekurangan air. Karena air menjadi persoalan dihadapi warga tiap tahunnya,a��a�� harapnya.

Akibat kelangkaan air bersih, Warga Ndanondere Desa Bajo Kecamatan Soromandi terancam kehausan. Pasalnya, mata air sudah mulai kering, ditambah debit air yang semakin kecil. Kondisi itu membuat warga rela mengantre hingga malam hari. Dimana tidak, untuk mendapatkan jatah satu jeriken air minum, mereka harus menunggu hingga satu jam. Maklum, debit air yang keluar dari bak penampung sebesar air kencing anak kecil. a�?a��Kalau tidak nunggu, tidak dapat air,a��a�� kata Warga setempat Khadijah, waktu mengambil air.

Kekurangan tersebut sudah berlangsung lama. Namun, kekurangan air itu tidak pernah terdengar hingga ke telinga pemkab. Untuk meringankan beban dalam mendapatkan air bersih. warga mengumpulkan uang untuk membeli pipa. Pipa-pipa itu kemudian disambung ke Desa Doridungga. a�?a��Kalau tidak begitu kita tidak minum,a��a�� jelas Buhari warga setempat.

Memang ada mata air di wilayah Ndonondere sendiri. Tapi jaraknya diperkirakan mencapai 2 Km. Itupun harus berjalan kaki, tidak bisa dilalui oleh kendaraan. a�?a��Mata air itu tidak bisa disalurkan menggunakan pipa. Karena harus melewati dua bukit. Air tidak bisa naik, karena pemukiman lebih tinggi dari pada mata air.a��a�� Terangnya.

Kekurangan air lanjutnya, sering terjadi ketika musim kemarau tiba. Mata air yang disalurkan ke tiap desa tidak besar. Bahkan, sebagiannya sudah kering. a�?a��Memang ada proyek air bersih yang masuk. Namun, belum kelar pengerjaannya. Dan kabarnya, sedang dalam pengerjaan,a��a�� akunya. (ISLAMUDDIN)

Komentar

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *